Atasi Macet dan Polusi, BPTJ Ajak Masyarakat Manfaatkan Angkutan Umum

Atasi Macet dan Polusi, BPTJ Ajak Masyarakat Manfaatkan Angkutan Umum
Penumpang membeli kartu prabayar angkot KWK dengan Tranajakarta, di shelter busway depan PGC Celilitan, Jakarta Timur, 5 April 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Thresa Sandra Desfika / FMB Jumat, 16 Agustus 2019 | 20:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengajak masyarakat Jabodetabek untuk lebih aktif berjalan kaki serta menggunakan angkutan umum massal dalam beraktivitas sehari-hari.

“Di tengah upaya pemerintah baik pusat maupun daerah di Jabodetabek dalam menghadirkan layanan angkutan umum massal bagi masyarakat, kami meminta masyarakat turut berpartisipasi dalam menyukseskan shifting pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum massal,” ujar Bambang dalam kesempatan usai kegiatan Press Background dengan tema "Transportasi Berkelanjutan dalam Sistem Transportasi Perkotaan di Jabodetabek", di Jakarta (16/8/2019).

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan, jika persoalan transportasi Jabodetabek tidak hanya sebatas pada kemacetan semata. Menurut Bambang, dampak dari penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tinggi juga berimbas pada persoalan lingkungan.

"Kualitas udara bersih yang semakin menurun menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan semata persoalan di wilayah Jakarta,” jelas Bambang.

Dia menambahkan, salah satu upaya yang paling mudah dilakukan untuk mengurangi polusi udara ialah dengan berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum massal.

"Hal ini bisa kita lakukan dengan berjalan kaki pada tahapan first mile yaitu pada saat dari titik awal berangkat menuju angkutan umum massal terdekat ataupun last mile yaitu perpindahan dari angkutan umum massal menuju titik terakhir tujuan," sebut Bambang.

Bambang menambahkan, jika beberapa pemerintah daerah di Jabodetabek sudah melakukan langkah-langkah pembenahan jalur pedestrian di beberapa lokasi sekitar simpul transportasi.

“Upaya ini diharapkan akan mendukung dan memudahkan masyarakat dalam mengakses angkutan umum massal,” tambah Bambang.

Sementara itu Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi pada kesempatan yang sama menjelaskan, jalan kaki sebagai bagian dari aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tubuh.

"Aktivitas fisik yang bermanfaat untuk kesehatan dilakukan dengan intensitas sedang empat sampai lima kali per minggu selama minimal 30 menit untuk orang dewasa, dan ini bisa kita lakukan saat berjalan kaki menuju layanan angkutan umum massal,” jelas Kartini.

Lebih lanjut, Kartini menambahkan, bahwa selain bermanfaat untuk kepentingan bersama, partisipasi masyarakat dalam mengurangi kemacetan dengan berjalan kaki dan naik angkutan umum massal juga bermanfaat untuk kesehatan pelaku pejalan kaki.



Sumber: Investor Daily