Kaum Milenial Bisa Berkurban Hanya dengan Rp 1 Juta

Kaum Milenial Bisa Berkurban Hanya dengan Rp 1 Juta
Panitia acara “Milenial Berkurban” berfoto bersama saat Hari Raya Idhul Adha 1440 di Komplek Serua Permai, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin, 12 Agustus 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Selasa, 13 Agustus 2019 | 14:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengorbanan yang dilakukan Nabi Ismail AS semasa kecil menjadi inspirasi bagi Pandy Syamir. Kisah itu mengilhami Pandy untuk membuat acara “Milenial Berkurban” saat Hari Raya Iduladha 1440 di Komplek Serua Permai, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (12/8/2019.

Pandy membuat terobosan, dengan hanya Rp 1 juta seorang anak muda sudah bisa ikut berkurban sapi. Pandy, yang merupakan salah satu eksekutif muda di PT Brikawa Indonesia, menceritakan asal mula digelarnya acara tersebut.

“Sebagai anak muda, saya terpanggil untuk mengajak generasi milenial Indonesia untuk mengikuti panggilan hati (jiwa) seorang anak muda pada masa itu, yakni Nabi Ismail AS. Dia bersedia mengorbankan dirinya demi ketakwaan kepada Allah SWT,” kata Pandy di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dijelaskan, acara “Milenial Berkurban” bertujuan untuk menstimulasi kaum muda usia produktif, yakni yang berusia 17-27 tahun, untuk mau berkurban. “Sejatinya, kurban tidak harus dari kalangan rentang usia 35 tahun ke atas. Lihat Nabi Ismail AS. Ketika ayahnya, Nabi Ibrahim AS menceritakan mimpi yang dialami kepada anaknya, Nabi Ismail AS, saat itu juga tanpa sedikit pun keraguan Nabi Ismail AS menyatakan kesanggupan dan kesediaannya untuk dijadikan kurban,” kata Pandy.

Menurut dia, itu adalah sebuah pengorbanan dari seorang Ismail kecil. Dia bisa berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan yang luar biasa dalam kehidupannya. Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah itu, kata Pandy, betapa tuntutan berkurban tidak dibatasi usia mapan atau lanjut. “Usia belia pun dituntut untuk bisa berkurban,” kata Pandy.

Anjuran kurban berawal saat Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk mengurbankan putranya, yakni Nabi Ismail yang baru berusia 9 tahun. Meskipun sebagai seorang ayah sangat menyayangi anaknya itu, Nabi Ibrahim berserah diri dan mengikuti perintah Allah SWT.

Dengan kemurahan hati Allah SWT, penyembelihan terhadap Nabi Ismail dibatalkan dan kemudian digantikan dengan domba. Sejak saat itu umat muslim dianjurkan untuk berkurban.

Pandy menjelaskan, kaum milenial sangat mungkin bisa berkurban jika memperoleh subsidi. Acara “Milenial Berkurban” hanya mematok Rp 1 juta per orang. Bersama enam orang lainnya, kata Pandy, mereka bisa berkurban seekor sapi.

“Jadi, hanya dengan Rp 7 juta rupiah para milenial sudah bisa berkurban. Uang Rp 1 juta sangat terjangkau untuk saat ini. Angka yang dipatok oleh penyelenggara kurban, baik untuk korporasi, yayasan, atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) berkisar antara 1,65 juta sampai dengan 3,5 juta rupiah per kepala,” kata Pandy.

Dia kembali mengingatkan, melalui acara “Milenial Berqurban” kaum milenial cukup merogoh kocek Rp 1 juta rupiah untuk bisa berkurban. Pada kegiatan perdana ini “Milenial Berkurban berhasil mengurbankan dua ekor sapi sebagai hasil urunan dari 14 anak muda.

“Ke depan, diharapkan akan semakin banyak milenial yang mau berkurban. Kami senantiasa berkomitmen untuk tetap menjalankan program ini pada tahun-tahun mendatang,” kata Pandy.



Sumber: BeritaSatu.com