Mali Akui Milisi Jihadis Tewaskan 25 Tentara

Mali Akui Milisi Jihadis Tewaskan 25 Tentara
Tentara Mali berjaga-jaga usai serangan milisi di Timbuktu, Mali. ( Foto: AP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 2 Oktober 2019 | 09:07 WIB

Bamako, Beritasatu.com- Dua puluh lima tentara Mali tewas dan 60 tentara lainnya hilang setelah tersangka jihadis menyerang dua kamp tentara di Mali tengah pada Senin (1/10).

Pemerintah menyatakan militer Mali termasuk yang paling menderita oleh pasukan Mali tahun 2019 karena mereka berjuang untuk menahan kelompok-kelompok militan yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda atau Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) yang telah mendirikan operasi di beberapa bagian Mali dari tempat mereka melancarkan serangan di seluruh Sahel.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan pos-pos militer di Boulkessi dan Mondoro telah menjadi sasaran, tetapi tidak menunjukkan jumlah korban.

“Di antara jajaran FAMA (angkatan bersenjata Mali), jumlah korban sementara adalah 25 tewas, empat luka-luka, sekitar 60 hilang dan kerugian peralatan berat,” kata pemerintah, Selasa (1/10).

Sebagai respons, tentara telah melancarkan operasi gabungan dengan pasukan dari Burkina Faso yang bertetangga, didukung oleh pasukan Prancis yang ditempatkan di wilayah itu.

Negara Afrika Barat ini berada dalam konflik sejak 2012 ketika kelompok Islam membajak pemberontakan etnis oleh orang-orang Tuareg di utara. Baru-baru ini, kekerasan telah pindah ke Mali tengah, tempat pertempuran antara petani dan penggembala juga melonjak tahun ini.

Kelompok-kelompok jihadis telah mengeksploitasi persaingan etnis di Mali dan tetangga-tetangganya untuk meningkatkan perekrutan dan membuat petak-petak wilayah yang tak dapat diatur.



Sumber: Suara Pembaruan