Otoritas Mesir Tahan 1.100 Orang Terkait Demonstrasi

Otoritas Mesir Tahan 1.100 Orang Terkait Demonstrasi
Foto dokumentasi pada 3 Juni 2014 ini memperlihatkan seorang lelaki Mesir memegang potret mantan kepala pasukan Abdel Fattah al-Sisi ketika merayakan kemenangan pilpres di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir. ( Foto: AFP / Mohamed el-Shahed )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 26 September 2019 | 11:27 WIB

Kairo, Beritasatu.com- Otoritas Mesir telah menahan lebih dari 1.100 orang termasuk sejumlah tokoh terkemuka, sejak akhir pekan lalu, saat demonstrasi digelar di beberapa kota untuk menurunkan Presiden Abdel Fattah al-Sisi.

Lembaga pengawas hak asasi manusia (HAM) melaporkan orang-orang ditahan dalam dua hari terakhir, termasuk tokoh-tokoh oposisi ternama, yaitu mantan juru bicara untuk kandidat pemilu presiden tahun 2018 dan seorang penulis terkenal.

Ratusan orang turun ke jalanan di Kairo dan kota-kota lainnya akhir pekan lalu, melanggar larangan protes tanpa izin. Aksi protes berlanjut di kota Laut Merah, Suez.

Kepala Jaringan untuk Informasi HAM, Gamal Eid, mengatakan kelompoknya dan dua lainnya, Pusat Mesir untuk Hak Ekonomi dan Sosial dan Komisi Mesir untuk Hak dan Kebebasan, telah mendokumentasikan lebih dari 1.100 penangkapan.

Beberapa ratus diantaranya dalam penyelidikan untuk dakwaan termasuk penggunaan media sosial untuk menyebarkan berita palsu, mengancam keamanan nasional, bergabung dalam kelompok teroris yang dilarang, dan aksi protes tanpa izin. Namun, Kementerian Dalam Negeri Mesir belum mengonfirmasi pernyataan itu.

Khaled Dawoud, anggota utama dari Gerakan Demokratik Sipil, yaitu koalisi partai dan tokoh-tokoh oposisi, telah ditahan pada Selasa (24/9) di Kairo Profesor di Universitas Kairo, Kamel Al Sayyid, mengatakan ikut ditahan besama Dawoud, yaitu Hazem Hosny, yaitu mantan juru bicara untuk kandidat presiden yaitu bekas kepala staf militer Sami Anan.

Sayyid menambahkan Hassan Nafaa, yaitu penulis terkenal dan pengamat yang mengajar di Universitas Kairo, juga telah hilang sejak Selasa sore, seperti disampaikan oleh keluarganya.



Sumber: Suara Pembaruan