Ben Ali, Mantan Penguasa Tunisia Wafat di Pengasingan

Ben Ali, Mantan Penguasa Tunisia Wafat di Pengasingan
Zine El-Abidine Ben Ali ( Foto: The National / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 19 September 2019 | 22:17 WIB

Tunis, Beritasatu.com- Mantan presiden Tunisia Zine El-Abidine Ben Ali wafat pada usia 83 tahun di pengasingan di Arab Saudi pada Kamis (19/9). Kematian Ben Ali hanya selang beberapa hari setelah pemilihan presiden bebas di tanah kelahirannya.

Ben Ali melarikan diri dari Tunisia setelah warga bangkit melawan pemerintahannya yang menindas dalam revolusi yang menginspirasi Musim Semi Arab.

"Ben Ali baru saja meninggal di Arab Saudi," kata pengacara Mounir Ben Salha kepada kantor berita Reuters melalui telepon.

Ben Ali melarikan diri dari Tunisia pada Januari 2011 ketika rekan senegaranya bangkit melawan pemerintahannya yang menindas. Penguasa yang memimpin pada periode 2 April 1989-14 Januari 2011 itu lengser dalam satu revolusi yang mengilhami pemberontakan Musim Semi Arab. Revolusi Tunisia menyebabkan transisi demokratis di dalam negeri.

Pada Minggu (15/9), warga Tunisia memberikan suara dalam pemilihan yang menampilkan calon dari seluruh spektrum politik. Pemilu itu telah mengirimkan dua orang luar politik melalui pemilihan putaran kedua yang tidak terpikirkan selama era kekuasaan Ben Ali sendiri.

Namun, sementara mereka menikmati pawai demokrasi yang jauh lebih mulus daripada warga negara-negara Arab lainnya yang juga bangkit pada 2011. Banyak dari warga yang secara ekonomi lebih buruk daripada mereka di bawah Ben Ali.

Sementara hampir semua kandidat dalam pemilihan hari Minggu adalah tokoh vokal revolusi, salah satunya, Abir Moussi. Dia berkampanye sebagai pendukung pemerintahan Ben Ali yang digulingkan, hanya menerima 4 persen suara.



Sumber: Suara Pembaruan