Tanzania Sita Gading dari Pembantaian 117 Ekor Gajah

Tanzania Sita Gading dari  Pembantaian 117  Ekor Gajah
Foto dokumentasi pada 15 Mei 2014 ini memperlihatkan beragam bentuk gading gajah sitaan di pusat pengolahan limbah kimia di Hong Kong. Badan Investigasi Lingkungan yang berbasis di London menyatakan Kamis, 6 November, 2014 bahwa para pejabat Tiongkok menggunakan kunjungan kenegaraan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping dan kunjungan tingkat tinggi lainnya untuk menyelundupkan gading keluar dari Tanzania. ( Foto: AP / Kin Cheung )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 8 September 2019 | 06:59 WIB

Dar Es Salaam, Beritasatu.com- Tanzania telah menyita ratusan gading yang setara dengan pembantaian setidaknya 117 ekor gajah. Hal itu disampaikan Menteri Sumber Daya Alam dan Pariwisata Tanzania Hamisi Kigwangalla pada Kamis (4/9).

Penyitaan gading ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Tanzania untuk membasmi jaringan kriminal terorganisasi yang terlibat dalam bertahun-tahun perburuan skala industri.

Menurut sensus 2015, populasi gajah di Tanzania, yang terkenal karena suaka margasatwa, menyusut dari 110.000 ekor pada 2009 menjadi hampir 43.000 ekor pada 2014. Kelompok konservasi menyalahkan perburuan yang merajalela. Sebaliknya, pemerintah menyatakan angka populasi gajah sekarang sudah mulai pulih.

Bagaimanapun, permintaan gading dari negara-negara Asia seperti Tiongkok dan Vietnam telah mendorong lonjakan perburuan liar gajah di seluruh Afrika. Gading-gading itug diubah menjadi perhiasan dan ornamen.

Pada Rabu (4/9) malam, Hamisi Kigwangalla mengatakan di akun Twitter-nya, bahwa gading itu ditemukan setelah pihak berwenang menangkap tersangka pemburu gajah "kelas berat". Pemburu itu bernama Hassan Shaban Likwema, yang juga dikenal dengan nama alias Hassan Nyoni.

“Penangkapan Nyoni telah membawa kami ke tahap di mana kami dapat mengatakan bahwa kami telah menahan semua pemburu liar dalam daftar buronan kami, kecuali beberapa pemburu yang telah meninggalkan negara itu,” kata Kigwangalla.

Menurut Kigwangalla, gading hasil buruan milik Nyoni dan kaki tangannya bernilai 4 miliar shilling (US$ 1,74 juta atau Rp24,6 miliar). Ratusan gading itu melibatkan pembunuhan 117 ekor gajah pada 2015 dan tahun sebelumnya.



Sumber: Suara Pembaruan