Banjir di Sudan, Jumlah Korban Tewas Jadi 62 Orang

Banjir di Sudan, Jumlah Korban Tewas Jadi 62 Orang
Orang-orang berjalan di genangan air banjir di desa Wad Ramli di tepi timur sungai Nil, Sudan, Senin (26/8/2019). ( Foto: AFP / Ebrahim HAMID )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 27 Agustus 2019 | 20:00 WIB

Khartoum, Beritasatu.com- Hujan deras dan banjir bandang telah menewaskan 62 orang di Sudan dan menyebabkan 98 orang lainnya cedera. Pada Minggu (25/8), kantor berita resmi SUNA melaporkan daerah yang terkena dampak terburuk banjir adalah negara bagian Nil Putih di selatan.

Sudan telah dilanda hujan lebat sejak awal Juli, mempengaruhi hampir 200.000 orang di setidaknya 15 negara bagian di seluruh negara termasuk ibu kota Khartoum.

Banjir sungai Nil tetap "masalah terbesar", kata SUNA yang mengutip seorang pejabat kementerian kesehatan.

Pada Jumat (23/8), Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan 54 orang telah meninggal karena hujan lebat. Dikatakan, lebih dari 37.000 rumah hancur atau rusak, mengutip angka dari badan pemerintah yang menjadi mitra PBB dalam respon krisis.
PBB menambahkan bahwa musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga Oktober.

"Orang-orang yang terkena bencana membutuhkan tempat penampungan darurat, makanan, layanan kesehatan, air bersih dan sanitasi. Ada juga kebutuhan mendesak untuk pengendalian vektor untuk membatasi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air oleh serangga, dan drainase air yang tergenang," kata juru bicara UN OCHA Jens Laerke pada Jumat lalu.

Banjir memiliki dampak besar pada masyarakat, dengan jalan terputus, titik air yang rusak, ternak hilang dan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air oleh serangga.

Menurut kantor berita SUNA, secara total, 17 dari 18 negara bagian telah terkena dampaknya, menghancurkan lebih dari 35.000 rumah.



Sumber: Suara Pembaruan