Lebih dari 100 Migran Diperkirakan Tewas di Laut Libia

Lebih dari 100 Migran Diperkirakan Tewas di Laut Libia
"Rhib", satu perahu karet, milik kapal penyelamat 'Ocean Viking', yang dioperasikan oleh LSM Prancis SOS Mediterranee dan Medecins sans Frontieres (MSF), mengangkut migran yang diselamatkan saat operasi di Laut Mediterania pada Senin (12/8/2019). ( Foto: AFP / Anne CHAON )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 21 Agustus 2019 | 21:32 WIB

Kairo, Beritasatu.com- Lembaga Medecins Sans Frontieres (MSF) menyatakan pada Selasa (20/8) kekhawatiran bahwa satu kapal yang dipenuhi oleh para migran tenggelam di lepas pantai Libia dengan lebih dari seratus orang tewas.

“Kami memiliki segala alasan untuk takut akan peristiwa yang terburuk - bahwa lebih dari 100 nyawa hilang dan tak seorang pun akan tahu pasti,” kata MSF di akun Twitter.

Sebaliknya penjaga pantai Libia tidak segera bisa dihubungi untuk diminta komentar.

Libia memang menjadi pusat keberangkatan bagi para migran dan pengungsi. Banyak migran mencoba mencapai Eropa dengan kapal yang tidak layak berlayar.

Sebelumnya satu kapal yang membawa sekitar 250 orang, terutama dari Eritrea dan negara-negara Afrika sub-Sahara dan negara-negara Arab lainnya, terbalik bulan lalu di lepas pantai dekat Komas, di sebelah timur Tripoli.

Penjaga pantai Libia dan nelayan setempat menyelamatkan 134 orang, sedangkan sekitar 115 orang hilang. Dengan demikian, jumlah korban migran tewas di Mediterania menjadi lebih dari 600 orang pada 2019.

Juru bicara UNHCR Charlie Yaxley mengatakan peristiwa itu menempatkan 2019 menjadi tahun maut keenam berturut-turut dengan lebih dari 1.000 korban tewas.



Sumber: Suara Pembaruan