Mantan Presiden Sudan Terima Suap US$ 90 Juta dari Saudi

Mantan Presiden Sudan Terima Suap US$ 90 Juta dari Saudi
Penguasa militer terguling Sudan Omar al-Bashir berdiri di dalam kurungan terdakwa saat pembukaan persidangan korupsi di Khartoum, Sudan, Senin (19/8/2019). ( Foto: AFP / Ebrahim HAMID )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:16 WIB

Khartoum, Beritasatu.com- Mantan presiden dan diktator Sudan, Omar al-Bashir, sebelum digulingkan telah menerima US$ 90 juta (Rp 1,2 triliun) dari seorang anggota kerajaan senior Arab Saudi.

Bashir didakwa mempunyai kepemilikan ilegal mata uang asing dan menerima hadiah lewat saluran-saluran tidak resmi.

Hanya berselang empat bulan sejak Bashir jatuh dari kekuasannya, orang kuat berusia 75 tahun ini kini harus duduk di depan pengadilan untuk menghadapi tuntutan hukum. Suasana di ruang sidang Khartoum menggambarkan cepatnya Bashir jatuh dari seorang penguasa Sudan selama 30 tahun menjadi terdakwa dengan jubah putih dan sorban.

Bashir disidangkan atas tuduhan memiliki mata uang asing, korupsi, dan menerima hadiah-hadiah ilegal.

Detektif polisi Ahmed Ali Mohamed menyatakan Bashir mengakui telah menerima US$ 25 juta dari Mohammed bin Salman, yaitu putra mahkota Arab Saudi.

Bashir disebutkan menerima US$ 65 juta (Rp 927 miliar) lainnya dari mantan Raja Saudi, Abdullah, yang meninggal pada 2015. Bashir mengklaim uang dari Abdullah sebagai sumbangan, tapi tidak memberikan detil.

Saat polisi menggeledah kediaman Bashir, ditemukan uang tunai 6 juta Euro (Rp 94,9 juta) bersama dengan US$ 351.000 (Rp 5 juta) dan sekitar 5 juta pound Sudan (Rp 1,5 juta).



Sumber: Suara Pembaruan