Presiden Nigeria Hentikan Dukungan pada Makanan Impor

Presiden Nigeria Hentikan Dukungan pada Makanan Impor
Muhammadu Buhari ( Foto: aljazeera.com / AP )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 17 Agustus 2019 | 20:59 WIB

Lagos, Beritasatu.com - Presiden Nigeria Muhammadu Buhari telah menginstruksikan bank sentral Nigeria untuk berhenti menyediakan mata uang asing untuk impor makanan.

Seperti dilaporkan CNN, juru bicara kepresidenan Garba Shehu mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian Nigeria dan mencapai lebih banyak ketahanan pangan.

"Presiden mengatakan cadangan devisa akan dilestarikan dan digunakan secara ketat untuk diversifikasi ekonomi, dan bukan untuk mendorong lebih banyak ketergantungan pada tagihan impor makanan asing," bunyi pernyataan pada Selasa (13/8).

"Jangan berikan satu sen pun kepada siapa pun untuk mengimpor makanan ke negara ini," ujar Shehu yang mengutip Buhari.

Shehu mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian Nigeria dan mencapai lebih banyak ketahanan pangan.

Nigeria saat ini adalah produsen minyak terbesar di Afrika dan mengandalkan penjualan minyak mentah untuk sekitar 90% dari pendapatan valuta asingnya.

Sebagai cara diversifikasi ekonomi negara dan mengurangi ketergantungannya pada minyak, kebijakan yang bertujuan merangsang pertumbuhan sektor pertanian telah diajukan selama beberapa tahun terakhir.

Pernyataan dari akun resmi Presiden Buhari juga mengatakan meningkatkan pertanian adalah fokus utama pemerintahan saat ini.

Menurut Biro Statistik Nigeria, impor produk pertanian bernilai sekitar US$ 640 juta pada kuartal pertama 2019. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi berapa banyak yang dihabiskan untuk impor dan mendorong produksi barang lokal.



Sumber: Suara Pembaruan