Gagal Atasi Wabah Ebola, Menteri Kesehatan Kongo Mundur

Gagal Atasi Wabah Ebola, Menteri Kesehatan Kongo Mundur
Oly Ilunga ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 23 Juli 2019 | 20:06 WIB

Goma, Beritasatu.com- Menteri Kesehatan Kongo, Oly Ilunga, mengundurkan diri pada Senin (22/7) setelah dianggap gagal dalam mengatasi wabah Ebola di negara itu.

Ilunga lewat surat pengunduran dirinya, mengecam keputusan Presiden Kongo Felix Tshisekedi untuk menggantinya dari kepala tim tanggap darurat Ebola.

Oly juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai tekanan dari luar untuk meluncurkan vaksin eksperimental terbaru untuk Ebola. Wabah Ebola telah menewaskan lebih dari 1.700 orang sepanjang tahun lalu dan diumumkan sebagai darurat kesehatan internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Presiden Tshisekedi pada Sabtu (20/7) menunjuk tim dipimpin oleh Jean-Jacques Muyembe, kepala institut penelitian biomedis Kongo, untuk mengatur situasi pemerintah terkait posisi Ilunga.

Vaksin terbaru Ebola diproduksi oleh Johnson & Johnson dan didukung oleh WHO. Namun, vaksi tersebut belum dipakai di Kongo karena penolakan dari Ilunga. Vaksin tersebut dibuat untuk melengkapi perawatan Merck yang telah diberikan kepada 170.000 orang dan terbukti efektif.

Ilunga mengatakan vaksin J&J tidak terbukti efektif dan penyebaran kedua akan membingungkan rakyat di Kongo sebelah timur, dimana para pekerja kesehatan berjuang mengatasi penyebaran informasi yang salah tentang demam berdarah serta kebencian sporadis.

Sementara itu, J&J mengatakan vaksinnya aman, serta telah melewati fase uji coba pertama dan telah dicoba kepada setidaknya 5.000 sukarelawan. Perusahaan itu menyatakan vaksin bisa diberikan kepada wilayah yang belum tertular Ebola untuk menghalangi penyebaran epidemi tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan