Karangasem World Music Festival 2019 Jadi Promosi Pariwisata

Karangasem World Music Festival 2019 Jadi Promosi Pariwisata
Karangasem World Music Festival 2019 ( Foto: Kementerian Pariwisata )
Winda Ayu Larasati / WIN Senin, 14 Oktober 2019 | 10:02 WIB

Karangasem, Beritasatu.com - Alunan musik yang dimainkan oleh drumer senior Gilang Ramadan dan musisi Balawan berhasil membuat larut para penonton di Karangasem World Music Festival 2019. Euforia penonton membuat semarak panggung pertunjukan.

Balawan pun lega dengan aksi panggung yang ia persembahkan. Menurutnya, Karangasem World Music Festival 2019 merupakan acara yang sangat luar biasa. Bukan hanya untuk paa musisi Bali yang mengembangkan keahlian dan semua potensi bermusik, tetapi juga para penonton yang turut menyemarakkan acara.

“Audience yang bisa meningkatkan apresiasi pada musik dan musik budaya. Lewat acara ini, tentunya pariwisata Indonesia akan terangkat. Terutama Bali, dan lebih khususnya Karangasem sebagai tuan rumah perhelatan ini,” kata Balawan, Sabtu (12/10/2019).

Balawan juga mengatakan acara tersebut sangat idealis untuk Bali, namun bisa dinikmati semua pengunjung dari berbagai latar belakang. Terlebih, kegiatan itu masuk dalam program Bali Recovery yang dipersembahkan untuk wisatawan terutama turis asing.

Tenaga ahli Menteri Pariwisata bidang pemasaran dan kerjasama I Gede Pitana mengatakan, musik adalah bahasa universal yang bisa menyatukan antar etnik. Musik merupakan wahana diplomasi yang sangat bagus dan bersifat mempersatukan.

“Kami sangat menghargai dan sangat mengapresiasi gelaran Karangasem World Music Festival 2019. Kami yakin, ini akan menjadi bagian dari promosi pariwisata yang berdampak maksimal untuk mendatangkan wisatawan,” kata Pitana.

Karangasem World Music Festival 2019 digelar selama tiga hari yakni 11-13 Oktober 2019 yang dipusatkan di salah satu ikon warisan budaya Puri Gede, Karangasem.

"Karangasem World Music Festival sekaligus menjadi momentum penyadaran dan perayaan demokrasi, keagamaan dan multikultur. Gema nada-nada musik perdamaian dan kedamaian bisa ditabuh dan dikumandangkan lagi ke seantero dunia," kata Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Karangasem ingin mengaksentuasi sebagai destinasi kreatif yang menjalankan pariwisata bertanggung jawab serta berkelanjutan. Publik perlu diingatkan kembali akan keindahan alami dan warisan budaya yang dimiliki daerah ini. Dengan adanya Karangasem World Music Festival, tentu daerah ini akan semakin dikenal wisatawan dunia.

“Karangasem adalah salah satu daerah yang cukup diandalkan untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan di Provinsi Bali. Daerah ini menyimpan keunikan dan kekhasan musik tradisi yang merupakan bagian dari world music, yang kaya warna tradisi dan etnik. Sukses untuk Karangasem World Music Festival 2019,” tandasnya

Karangasem World Music Festival 2019 menjadi rangkaian program Bali Recovery. Ada beberapa event lain yang sudah dan akan digelar antara lain Festival Pesona Tulamben (9-10 Agustus), Discover Karangasem (16-18 Agustus), Brotherhood Champ (23-25 Agustus), Miss Universe Reunion (19-23 September) dan Festival Edelweiss (18-19 Oktober).



Sumber: BeritaSatu.com