Mencegah Anak-anak Papua Stunting
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Pelayanan Kesehatan di Pedalaman Papua

Mencegah Anak-anak Papua Stunting

Jumat, 10 Juli 2020 | 12:44 WIB
Oleh : Aditya L Djono / ALD

Persoalan kesehatan yang masih dihadapi warga Papua, khususnya di pedalaman adalah asupan gizi yang masih kurang. Hal itu akibat warga di pedalaman tertinggal secara ekonomi dibanding wilayah lain, serta minimnya pengetahuan mengenai pentingnya gizi bagi kesehatan.

Apalagi, masalah gizi erat kaitannya dengan ancaman stunting atau kondisi kegagalan atau terhambatnya pertumbuhan fisik dan otak anak yang dipicu oleh asupan gizi sejak dalam kandungan. Ancaman stunting kini juga menjadi program pemerintahan Presiden Joko Widodo di bidang kesehatan.

Persoalan gizi itulah yang menjadi fokus perhatian tenaga-tenaga medis di pedalaman Papua saat ini. “Pencegahan stunting juga menjadi program kami di sini, dan ini sesuai dengan program pemerintah,” jelas Kristiono, tenaga medis di Klinik Siloam di Daboto, yang terletak di wilayah pegunungan di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Pendiri Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHPapua) James Riady mengumpulkan telur dari kandang ayam di Sekolah Lentera Harapan (SLH) di Mokndoma, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Ayam-ayam tersebut dipelihara untuk diambil telurnya guna memenuhi gizi anak-anak di pedalaman Papua.

Krsitiono mengungkapkan, program pemberian makanan bergizi di Daboto dilakukan tiga kali per minggu. Menu yang disiapkan untuk anak-anak umumnya kacang-kacangan sebagai sumber protein, nasi, dan telur.

“Untuk sayur-sayuran masyarakat membawa sendiri dari kebun mereka, kami menyediakan beras dan telur. Nanti di klinik dimasak bersama-sama. Kadang-kadang kami juga menyiapkan ikan,” ungkap Kristiono, pria asal Blitar, Jatim, yang merupakan lulusan Universitas Pelita Harapan (UPH) tahun 2017 ini.

Pencegahan stunting juga dilakukan tim medis di Klinik Siloam di Mamit, Distrik Kembu, Kabupaten Tolikara, Papua. “Sejak Oktober tahun lalu, kami sudah mulai program pencegahan stunting dengan pemberian asupan gizi kepada anak di bawah 2 tahun,” ungkap dokter Sri Haryati, yang memimpin klinik tersebut.

Dia menjelaskan, untuk mendukung pemberian gizi, sejak awal tahun ini, sudah mulai memelihara ayam dan ikan untuk dikonsumsi anak-anak. “Kami juga memperbaiki fasilitas sanitasi umum,” ujar wanita asal Klaten, Jateng, yang akrab disapa Atik.

Penyuluhan kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya preventif yang dilakukan tenaga kesehatan di Mamit. “Upaya preventif juga dengan imunisasi vitamin A dan juga imunisasi HIV untuk anak-anak dan orang tua,” ungkapnya.

Upaya pencegahan stunting juga dilakukan Klinik Siloam di Nalca, Kabupaten Yahukimo, Papua. Seperti dituturkan Imanuel Suntoro, di wilayah Nalca ada sedikitnya 30 ibu hamil dan masih banyak bayi. Oleh karenanya, klinik setempat membantu asupan makanan bergizi untuk mencegah stunting.

Imanuel Suntoro (tengah), bersama dua rekannya Indah Nugraheni (kanan) dan Daniel Wandada (kiri) mengabdikan diri di Klinik Siloam di Nalca, wilayah pedalaman di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Program pemberian makanan bergizi di Nalca dilakukan tiga kali per minggu. Untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi, kini mereka mengusahakan ternak ayam dan tambak lele. “Dengan ternak ayam, kami bisa memenuhi kebutuhan telur untuk gizi anak-anak,” katanya.

Imanuel menuturkan program pencegahan stunting terkait erat dengan salah satu tugas utama mereka, yakni membentengi anak-anak agar tetap sehat. Itulah mengapa keberadaan Klinik Siloam di pedalaman dekat dengan lokasi Sekolah Lentera Harapan (SLH) yang dinaungi Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHPapua). Dengan demikian, program intervensi kesehatan terhadap anak-anak bisa dilakukan lebih mudah. “Sudah 99% anak-anak diimunisasi,” ungkap Imanuel.

Di Nalca, Imanuel menjadi garda terdepan melayani kesehatan 4.500 warga bersama dua rekannya, Indah Nugraheni dan Daniel Wandada.

Masih ada Klinik Siloam di pedalaman Papua lainnya, yakni di Danowage, Kabupaten Boven Digul. Sama seperti Klinik Siloam lainnya, klinik di Danowage juga fokus pada upaya mencegah stunting. “Pendekatan kami dengan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak dan ibu hamil,” ujar Nining Natonis, tenaga kesehatan di klinik tersebut.

Nuning Natonis (kanan) dan rekannya Samuel Bonai, bertugas di Klinik Siloam yang melayani kesehatan warga pedalaman Danowage, Kabupaten Boven Digul, Papua.

Di Danowage, Nuning bertugas bersama seorang rekan, Samuel Bonai. Keduanya bertanggung jawab melayani kesehatan bagi 44 keluarga, terutama kesehatan sekitar 50 murid SLH.

Penyakit Pernapasan
Di pedalaman Papua, para tenaga medis tentu menghadapi medan yang sulit. Mereka kerap harus menempuh perjalanan jauh dan lama melintasi hutan. “Paling jauh kami pernah melayani pasien yang tinggalnya 4 jam berjalan kaki dari klinik,” ungkap Imanuel.

Selain rendahnya asupan gizi, persoalan kesehatan mendasar di pedalaman Papua yang dihadapi tenaga medis adalah ancaman penyakit tuberkulosis (TB), infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), malaria, dan HIV. Terhadap ancaman penyakit tersebut, Imanuel dan rekan-rekannya aktif mengedukasi masyarakat. “Kami mengajari mereka untuk memasak air, mandi, dan cuci baju. Masyarakat di sini masih banyak yang meminum air mentah,” jelasnya.

Sejak bertugas di Nalca dua tahun silam, Imanuel mengaku mendapati satu kasus HIV. Kasus tersebut menimpa salah satu orang tua yang akhirnya meninggal dunia. “Beruntung anaknya tidak tertular,” ungkapnya.

Untuk mencegah penyebaran HIV, saat ini Klinik di Nalca sudah bisa melakukan tes cepat (rapid test), sehingga bisa mendeteksi lebih dini.

Paskah Mirino, guru Sekolah Lentera Harapan (SLH) di Mokndoma, Kabupaten Puncak Jaya, di tengah-tengah ayam yang dipelihara untuk diambil telurnya guna memenuhi gizi anak-anak di pedalaman Papua.

Imanuel menjelaskan, keberadaan tenaga medis dan Klinik Siloam di pedalaman Papua sangat membantu program pelayanan kesehatan pemerintah. “Kami di sini menjadi agen yang mewujudkan program pemerintah, sekaligus membantu mengidentifikasi jika ada kasus-kasus kesehatan yang dialami warga pedalaman,” jelasnya.

Kondisi tak jauh berbeda dihadapi Kristiono di Daboto. Penyakit ISPA dan TB masih kerap ditemui, dan diderita anak-anak. “Banyak anak yang menderita ISPA di sini, karena mereka tinggal di honai (rumah adat Papua) yang ventilasinya minim. Mereka menghirup asap dari Pembakaran. Ada juga anak yang menderita TB,” ungkap Kristiono, perawat yang bertugas di klinik tersebut.

Pria asal Blitar, Jatim tersebut merupakan lulusan UPH pada 2017. Dia sudah dua tahun di pedalaman Papua, yakni di Korupun dan Daboto. Saat ditemui, Kristiono tengah melayani ibu yang memeriksakan anaknya karena tangannya tergores dan menimbulkan luka yang cukup lebar.

Maryo A Saptenno, tenaga medis yang bertugas di Klinik Siloam di Tumdungbon, di pedalaman Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Klinik Siloam di pedalaman Papua rata-rata tergolong cukup lengkap. Di samping dilengkapi apotek mini untuk memenuhi kebutuhan farmasi, juga disiapkan fasilitas rawat inap bagi warga yang memerlukan perawatan intensif.

Keberadaan klinik-klinik tersebut dilayani oleh tenaga medis berusia muda, rata-rata berusia di bawah 30 tahun. Selepas lulus dari Universitas Pelita Harapan (UPH), mereka langsung diterjunkan untuk mengabdikan diri di tengah belantara Papua, menjadi garda terdepan melayani warga pedalaman yang selama ini belum terjangkau akses kesehatan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

3 Kementerian Masih Susun Peta Jalan Pengelolaan Limbah Non-B3

Dirjen Rosa Vivien, peta jalan ini disusun paling lama enam bulan sejak keputusan bersama ditetapkan pada 27 Mei 2020 lalu.

NASIONAL | 10 Juli 2020

Ganjar Beri Peringatan Keras Perusahan Jangan Buang Limbah di Sungai Bengawan Solo

Apabila tidak segera diperbaiki dan tetap nekat membuang limbah ke sungai, maka Ganjar menyatakan tidak segan untuk menutup pabrik itu.

NASIONAL | 10 Juli 2020

Kerusakan Hutan TNBT Jadi Pemicu Konflik Manusia dengan Gajah Sumatera

Sekitar 700 ekor Gajah Sumatera mati terbunuh selama 10 tahun terakhir.

NASIONAL | 10 Juli 2020

Mantan Penyidik Kasus BNI: Cari dan Sita Aset Maria Pauline!

“Mudah-mudahan diikuti penyitaan aset supaya kerugian negara dapat ditekan,” kata Benny Mamoto.

NASIONAL | 10 Juli 2020

Mafindo: Waspada Informasi Provokasi, Masyarakat Harus Cerdas Memilah

Masyarakat diminta untuk bersabar dalam memilah berita dan tidak langsung menelan begitu saja.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Pakar: Masalah Guru Bisa Selesai jika Ada Kerja Sama Antar-Kementerian

Dengan kerja sama, ajak kepala daerahnya berdialog, karena guru itu milik pemda. Pemerintah pusat tidak bisa main atur-atur mereka.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Dewas KPK Diminta Transparan Tangani Laporan

Dewas KPK untuk bersikap tegas, rasional, berkeadilan, tidak memihak, dan trasnparan dalam mengambil keputusan yang objektif.

NASIONAL | 9 Juli 2020

DPR Minta Data Guru Disinkronkan

DPR mendesak ketersediaan satu data terkait jumlah guru THK2 paling lambat Oktober 2020.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Panen Raya Desa Tangguh Majalengka

Kampung Tangguh Nusantara TNI-Polri dinilai mampu melawan dampak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 9 Juli 2020

Polda Sumut Ingkatkan Perusahaan Tak Bakar Hutan

Sejauh ini, sambung Nainggolan, belum ada kasus kebakaran hutan dan lahan di Sumut.

NASIONAL | 9 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS