Bansos Covid-19 Bukan Hanya untuk Warga Miskin Jakarta
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Bansos Covid-19 Bukan Hanya untuk Warga Miskin Jakarta

Kamis, 9 April 2020 | 13:17 WIB
Oleh : Hotman Siregar / Aditya L Djono

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada 3,7 juta warga miskin dan rentan miskin, yakni mereka yang terdampak penyebaran Covid-19. Dari jumlah itu bansos bagi 1,1 juta warga Jakarta dibiayai oleh APBD DKI Jakarta.

Selain bagi warga DKI, bansos juga diberikan kepada wargamiskin  yang bukan penduduk DKI Jakarta, yang jumlanya diperkirakan 2,6 juta orang. Dana untuk mereka disiapkan APBN.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin DKI Jakarta pada September 2019 adalah 3,42% atau sebanyak 362.300 orang. Angka itu diklaim adalah yang terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Namun, saat Covid-19 merebak, jumlah warga miskin dan hampir miskin di Jakarta melonjak mencapai 3,7 juta orang. Jumlah itu meningkat lebih dari 1.000% dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Merry Hotma Sirait mengatakan, pihaknya sudah meminta data penerima bantuan Covid-19 ke Dinas Sosial. Dinas Sosial, kata Merry Hotma, menyampaikan bahwa penerima dana bansos akibat Covid-19 bukan hanya warga miskim Ibu Kota.

"Jadi data warga miskin yang akan menerima bansos akibat Covid-19 ini tidak berhubungan dengan jumlah orang miskin. Setidaknya itu penjelasan Kepala Dinas Sosial (Irmansyah) ketika saya konfirmasi tadi malam," tutur Merry Hotma ketika dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Hingga saat ini, kata Merry, Dewan belum menerima data terkait jumlah 1,1 juta warga Jakarta yang akan mendapat konpensasi Covid-19. Hal yang sama juga terhadap 2,6 juta warga yang dana kompensasinya dibiayai oleh pemerintah pusat.

"Yang saya tangkap penjelasan Kadis Sosial DKI bahwa konpensasi tidak hanya bagi warga miskin tetapi warga yang terdampak virus corona ini. Misalnya, pekerja yang di PHK, pekerja harian yang tidak lagi bisa bekerja karena korona ini. Kriterianya kira-kira seperti itu," katanya.

Terkait dengan besarnya konpensasi, Merry mengatakan, sejauh ini hanya Rp 600.000 per kepala keluarga miskin. "Tapi nanti biar Pemprov memastikannya," katanya.

Kadis Sosial Pemprov DKI Irmansyah enggan membeberkan pemberian konpensasi bantuan akibat Covid-19 itu. Telepon dan pesan yang dikirimkan ke ponselnya juga tidak dijawab. Belakangan ini, sudah menjadi kebiasaan para pejabat di Pemprov DKI enggan memberikan penjelasan ke wartawan. Semua penjelasan satu arah yang dikoordinir oleh pejabat di Balaikota DKI.

Gubernur Anies Baswedan saat konferensi pers, Jakarta, Selasa (7/4/2020) lalu, menyatakan, akan segera mendistribusikan bansos kepada 3,7 juta warga miskin dan rentan miskin terdampak Covid-19.

"Kami bersama dengan jajaran TNI dan Kepolisian, Insya Allah mulai Kamis ( 9/4) yang akan datang memfasilitasi distribusi sembako kepada masyarakat di kawasan padat, masyarakat miskin dan rentan miskin," kata Anies.

Dari 3,7 juta warga yang mendapatkan bansos itu ialah 1,1 juta warga akan dibiayai lewat APBD DKI. Warga DKI itu selama ini penerima bantuan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan KJP Plus.

Sementara 2,6 juta warga akan menjadi tanggungan Kementerian Sosial melalui skema bantuan sosial khusus. "Pemprov bersama dengan pemerintah pusat akan menyiapkan bantuan sosial kepada warga miskin dan rentan yang terdampak atas pelaksanaan PSBB ini dan terdampak atas kondisi perekonomian yang turun akibat wabah Covid-19," jelas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PSBB, Pemprov DKI Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Selama PSBB, tidak ada pembatasan distribusi pangan.

MEGAPOLITAN | 9 April 2020

PSBB Bodetabek Diusulkan Berlaku Pekan Depan

Perlu adanya koordinasi yang intensif dan sinkronisasi kebijakan antara Jakarta dan Bodetabek

MEGAPOLITAN | 9 April 2020

Peduli Covid-19, Relawan Injil Indonesia Bagikan Makanan Gratis di Jakarta dan Banten

“Mereka yang kehilangan pendapatan harian karena kelesuan ekonomi akibat wabah Covid-19, menjadi prioritas kami dalam aksi sosial ini,” kata Eva,

MEGAPOLITAN | 9 April 2020

Pemprov DKI Mulai Distribusikan Sembako

Kelurahan Penjaringan menjadi kelurahan pertama yang menerima bantuan sosial.

MEGAPOLITAN | 9 April 2020

Polisi Tetapkan Vanessa Angel Tersangka Kasus Narkotika

Sebelumnya, Vanessa, suaminya FA (30) dan asistennya CL (23) kembali dijemput polisi di kediamannya, di kawasan Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 9 April 2020

Keluarga Pastikan Glenn Fredly Meninggal Bukan karena Covid-19

Peti jenazah Glenn Fredly terlihat dibungkus plastik dan dijaga tenaga medis yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat keluar dari rumah sakit.

MEGAPOLITAN | 9 April 2020

Dukung Penanganan Covid-19, Bank DKI Ajak Warga Jakarta Berdonasi

Bank DKI ajak warga Jakarta berdonasi penanganan Covid-19 melalui program Bank DKI Peduli #BersamaLawanCovid19.

MEGAPOLITAN | 8 April 2020

Personel Polda Metro Berlatih Tangani Jenazah Terjangkit Covid-19

50 personel Ditsamapta Polda Metro Jaya, melakukan pelatihan menangani jenazah yang terjangkit virus corona.

MEGAPOLITAN | 8 April 2020

Pedagang Pasar Kota Bekasi Terapkan Antar Barang ke Rumah Pembeli

Para pedagang pasar tradisional di Kota Bekasi telah menerapkan antar barang belanjaan ke rumah pembeli.

MEGAPOLITAN | 3 Mei 2019

PSBB, Ini Skenario Pembatasan Penumpang Transportasi di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta belum menandatangani Pergub PSBB karena menunggu jawaban dari pemerintah pusat terkait ojek daring.

MEGAPOLITAN | 8 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS