INDEX

BISNIS-27 450.657 (-3.78)   |   COMPOSITE 5126.33 (-38.44)   |   DBX 964.304 (-2.08)   |   I-GRADE 140.573 (-1.07)   |   IDX30 429.149 (-3.24)   |   IDX80 113.629 (-0.58)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.82)   |   IDXG30 119.586 (-0.94)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.83)   |   IDXQ30 125.935 (-1.5)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.42)   |   IDXV30 106.718 (-0.12)   |   INFOBANK15 842.264 (-7.29)   |   Investor33 375.573 (-2.79)   |   ISSI 150.643 (-0.36)   |   JII 545.954 (0.09)   |   JII70 186.804 (-0.19)   |   KOMPAS100 1025.81 (-7.55)   |   LQ45 790.454 (-5.93)   |   MBX 1419.3 (-11.4)   |   MNC36 282.56 (-3.24)   |   PEFINDO25 281.129 (-2.01)   |   SMInfra18 242.071 (-0.42)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-2.07)   |  

PSBB Kembali Mematikan Pelaku Usaha Ritel dan Mal

Kamis, 24 September 2020 | 23:43 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Sempat bangkit sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi diberlakukan awal Juni 2020, usaha pelaku bisnis ritel modern dan mal kembali tergerus saat PSBB ketat diterapkan lagi mulai 14 September 2020. Pemprov DKI Jakarta bahkan telah memutuskan PSBB diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. Kondisi ini dikhawatirkan membuat bisnis ritel modern dan mal akan habis tergerus.

“Perusahaan ritel modern dan mal siap menjalankan protokol kesehatan yang lebih ketat asalkan mal bisa kembali beroperasi normal," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey kepada Beritasatu.com, Kamis (24/9/2020).

Mal termasuk bisnis yang boleh dibuka kembali selama PSBB ketat setelah tiga bulan masa transisi. Tapi, dengan larangan pengunjung makan di restoran dan minum dan kafe yang ada di mal, pengunjung nyaris tidak ada. Sejak online shopping berkembang, mal menjadi meeting point, tempat warga bertemu, berekreasi, dan belanja.

Dengan melarang pengunjung makan di mal dan nongkrong di kafe, restoran dan kafe menjadi sepi. Kondisi ini memengaruhi pengunjung mal dan gerai-gerai yang ada di mal.

Kondisi ini pula, kata Roy, yang membuat ritel modern dan mal tidak beroperasi dengan baik dalam menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Dampak lanjutnya adalah tersendatnya distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni mencapai 57.85% pada semester pertama 2020. Jika ritel modern dan mal tergerus, demikian Roy, PDB akan ikut tergerus pada semester kedua tahun ini.

Ritel modern merupakan akses pasar bagi lebih dari 7 juta UMKM dan supplier dalam menjual produknya. Jika PSBB ketat terus diberlakukan bagi mal, ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi lebih serius dalam waktu yang panjang.

Usaha ritel modern dan mal menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, mulai dari jaringan distribusi hingga gerai ritel modern dan mal yang berjumlah 3,5 juta pekerja. Jumlah ini akan mengalami eskalasi, mulai dari dirumahkan hingga penghentian kontrak kerja dan PHK bertahap.

Tergerusnya konsumsi di ritel modern, demikian Roy, akan meruntuhkan pula Indeks Manufaktur Indonesia (PMI), khususnya indeks manufaktur makanan dan minuman, yang pada Agustus 2020 telah mulai menggeliat ke level 50,8. Pada bulan Juni dan Juli 2020, MPI berada di level 39,1 dan 46,9.

Selain itu, Indeks Penjualan Riil (IPR), yang senantiasa di survei oleh BI, telah menunjukkan tren positif, yakni membaik dari minus 17.3% bulan Juni menjadi minus 12.1% bulan Juli, dan minus 10% pada Agustus. “Meski masih negatif, tapi menunjukkan perbaikan. Nah, dengan PSBB ketat, tren positif ini akan berbalik arah di bulan September dan bulan-bulan berikut,” kata Roy.

Menurut Roy, IPR memiliki relevansi yang kuat dengan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK). Di awal kuartal ketiga, IKK sudah membaik di kisaran 84 menuju level normal, 100. Tapi, dengan PSBB ketat, capaian ini akan kembali pupus.

Pengetatan Protokol
Untuk dapat mempertahankan konsumsi di masa pandemi, Aprindo menyampaikan sejumlah saran. Pertama, bantuan langsung tunai (BLT) lebih baik dari pada bantuan sembako, khususnya bagi masyarakat marginal atau masyarakat ekonomi lemah.

“Bantuan ini hendaknya dipertahankan, bahkan ditingkatkan seiring dengan angka positif baru Covid-19 yang terus meningkat. Saat ini, mereka sangat menderita karena kehilangan daya beli,” ungkap Roy.

Kedua, kredit korporasi non-UMKM yang telah diluncurkan pemerintah pada 27 Juli 2020, kata Roy, masih “jauh panggang dari api” bagi peritel modern. Bank penyalur masih terus menyatakan belum ada juklak dan juknis, sebuah alasan klasik.

Kredit korporasi, lanjut Roy, bisa berdampak positif dan bermanfaat untuk “menyambung nyawa” peritel jika disalurkan pada waktunya. Pemerintah dan OJK semestinya menjaga agar usaha ritel dan mal tetap beroperasi dan tidak melakukan PHK dengan memberikan payung hukum yang jelas kepada bank penyalur untuk melakukan restrukturisasi.

Pelaku bisnis ritel dan mal mengharapkan realisasi restrukturisasi secepatnya. Suku bunga yang saat ini masih tinggi, 12%-14% setahun, bisa dipangkas.

Roy menegaskan, peritel modern dan pengelola mal mendukung penuh upaya pemerintah memotong mata rantai penyebaran Covid-19. Apalagi, berdasarkan data, mal bukan klaster penyebaran pandemi Covid-19.

Guna menghentikan penyebaran Covid-19, Aprindo setuju protokol kesehatan di mal diperketat asalkan mal tetap dibuka dan pengunjung boleh makan di restoran dan minum di kafe. “Peritel modern dan mal mengharapkan, pelaksanaan protokol kesehatan harus diikuti dengan tindakan tegas agar disiplin bukan sekadar imbauan, tapi berdasar hukum dan peraturan yang ditetapkan Pemda setempat,” ujar Roy.

Pemetaan wilayah perlu dilakukan lebih teliti dan kebijakan diambil berdasarkan hasil pemetaan yang objektif. Penyebaran Covid-19 tidak sama di setiap wilayah dan sektor. "PSBB ketat tidak boleh diberlakukan sama rata. Wilayah dan sektor yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik tak perlu diberlakukan PSBB ketat,” ujar Roy.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bank Kalsel Dukung Panen Demplot Padi Unggul

Bank Kalsel turut mendukung program prioritas pemerintah dengan menggelar panen demplot padi unggul bersama petani binaan.

EKONOMI | 24 September 2020

New Energy Luncurkan Hackathon Energi Pintar dan Terbarukan

New Energy Nexus Indonesia ingin menggali ide dan inovasi mengenai energi baru dan terbarukan dari anak-anak muda Indonesia.

EKONOMI | 24 September 2020

Kasus Gagal Bayar Asuransi Diharapkan Tak Terulang

Perusahaan asuransi diharapkan dapat terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen, terutama saat terjadi klaim.

EKONOMI | 24 September 2020

SUN Energy Bidik Peluang Energi Terbaru di Sektor Industri

SUN Energy berkomitmen meningkatkan penggunaan energi terbarukan di berbagai sektor industri.'

EKONOMI | 24 September 2020

Wall Street Dibuka Melemah Akibat Sentimen Pengangguran dan Sektor Teknologi

Dow Jones dibuka melemah 0,2 persen, S&P 500 turun 0,3 persen, dan Nasdaq turun 0,4 persen.

EKONOMI | 24 September 2020

Kepala BP2MI: Kejahatan Ilegal Terhadap PMI Masih Terus Berlangsung

BP2MI gagalkan pengiriman 7 orang TKI ilegal ke Timteng.

EKONOMI | 24 September 2020

Produk Mutu IKM Ditingkatan dalam Rangka Pemulihan Ekonomi

Penerapan standar menjadi elemen penting untuk meningkatkan mutu.

EKONOMI | 24 September 2020

Kemkop dan UKM Kembangkan UMKM Pariwisata KEK Likupang

Kemkop dan UKM mewujudkan komitmennya dalam mengawal program pelatihan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lima Destitasi Super Prioritas.

EKONOMI | 24 September 2020

Di Tengah Pandemi, PT Taspen Buka Puluhan Lowongan Kerja

PT Taspen membuka 21 posisi untuk mengelola asuransi Tabungan Hari Tua (THT) dan dana pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat negara.

EKONOMI | 24 September 2020

BPJamsostek Sosialisasikan Cara Dapatkan Diskon Iuran 99%

BPJamsostek sosialisasi relaksasasi uiran untuk pekerja.

EKONOMI | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS