Melihat Indonesia dari Sudut Pandang Warga Taiwan

Melihat Indonesia dari Sudut Pandang Warga Taiwan
Tommy Lee (keempat dari kiri) saat konferensi pers peluncuran buku karyanya berjudul "Seeing Indonesia: The Rainbow Country Across the Equator" di Yayasan Setia Budi, Jakarta, Minggu, 19 Mei 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Minggu, 19 Mei 2019 | 20:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia yang terletak di lintasan khatulistiwa menarik perhatian warga negara Taiwan, Tommy Lee. Dalam bukunya yang berjudul Seeing Indonesia: The Rainbow Country Across the Equator, Tommy Lee yang bernama Taiwan, Lee Dong-Ming menggambarkan berbagai budaya, sosial, dan alam Indonesia, yang pernah ditinggalinya sekitar 5,5 tahun.

Peluncuran buku yang ditulis dalam bahasa Mandarin itu digelar di Yayasan Setia Budi, Jakarta, Minggu (19/5/2019). “Saya pernah bertugas di Indonesia selama 5,5 tahun sejak 2009. Di sela-sela pekerjaan itu, saya selalu mengunjungi berbagai tempat di negara yang memiliki kesan mendalam oleh orang Taiwan ini,” ujar Tommy.

Di kalangan wartawan, Tommy Lee cukup dikenal. Selama 5,5 tahun itu, warga Taiwan yang beragama Islam itu menjabat sebagai Direktur Informasi Pers Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Jakarta.

Dari sudut pandang sebagai orang Taiwan, di dalam bukunya itu Tommy berfokus pada hubungan antara Taiwan, Tiongkok, dan Indonesia. Dia juga menulis tentang perubahan situasi orang Tionghoa di Indonesia, yang dapat berfungsi sebagai perspektif historis untuk meningkatkan hubungan Taiwan-Indonesia.

Pada saat yang sama, Tommy juga memperdalam pengetahuan tentang pulau-pulau di Indonesia, termasuk pulau terpencil. Hal itu dilakukan untuk memahami budaya dan adat istiadat lokal dalam rangka menyebarluaskan budaya Indonesia yang berbeda.

Tommy yang memahami hubungan sejarah antara Taiwan dan Indonesia itu menceritakan proses penulisan bukunya dengan penuh senyuman. Dia mengaku selalu teringat dengan kenangan yang indah selama tinggal di indonesia.

“Bersama banyak teman di Indonesia, saya menemukan karakter orang Indonesia yang mirip dengan penduduk asli Taiwan, yakni sederhana, berpikiran terbuka, suka berbagi, dan memiliki rasa kebersamaan,” ujarnya.

Setelah kembali ke Taiwan, Tommy lalu mendokumentasikan kenangannya di Indonesia itu dan berharap dapat memberikan lebih banyak tulisan dan fotografi. Banyak hal yang ditulis Tommy, mulai dari masalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, persoalan TKI, transportasi, budaya, hingga kekayaan alam.

“Buku ini penuh dengan cerita tentang keberagaman, semangat hidup, dan senyum kebahagiaan,” ujar Tommy.

Buku Seeing Indonesia: The Rainbow Country Across the Equator akan diterbitkan dalam waktu dekat. Melalui buku itu, Tommy berharap lebih banyak orang Taiwan akan mengenal Indonesia, negara kepulauan di Asia Tenggara, untuk meningkatkan saling pengertian serta memperluas wawasan masyarakat Taiwan.



Sumber: Suara Pembaruan