PHRI Optimistis Pariwisata Banten Kembali Bergairah

PHRI Optimistis Pariwisata Banten Kembali Bergairah
Para peserta tari di sela acara Anyer Urban Festival 2019 di Pantai Anyer, Banten, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Ist/Uthan )
/ FER Minggu, 19 Mei 2019 | 18:14 WIB

Cilegon, Beritasatu.com - Prospek pariwisata di Banten khususnya wisata pantai diperkirakan kembali bergairah atau meningkat setelah lebaran, mengingat hingga saat ini tingkat okunpansinya maksimal sekitar 20 persen pasca terjadinya tsunami.

"Habis lebaran saya yakin bisa naik. Kalau di wilayah Tangerang sebenarnya tidak ada masalah, hanya Anyer dan sekitarnya yang memang turun drastis pasca tsunami lalu," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restauran (PHRI) Indonesia Provinsi Banten Ahmad Sari Alam di Cilegon, Minggu (19/5/2019).

Sari Alam mengatakan, harapan meningkatnya pariwisata pantai di Banten tersebut didukung dengan adanya status kondisi Gunung Anak Kratau (GAK) yang diturunkan oleh BMKG. Kondisi tersebut tidak terlalu membuat kekhawatiran bagi masyarakat yang akan berwisata ke Anyer dan sekitanya.

"Libur lebaran memang momentumnya untuk menarik wisatawan berkunjung ke Pantai Anyer dan sekitarnya seperti tahun tahun sebelumnya," kata Sari Alam.

Menurut Sari Alam, kondisi saat ini kunjungan wisata pantai di Banten menurun drastis sejak terjadinya tsunami akhri 2018. Bahkan dampak dari tsunami tersebut maksimal okupansinya hotel-hotel di Banten untuk mencapai 20 persen saja masih kesulitan.

"Saat ini saja anak-anak itu 50 persen sudah dirumahkan. Bahkan hotel-hotel sudah enam bulan ini mereka pajaknya dibebaskan, karena memang tidak ada pemasukan mau bayar pajak dari mana," kata Sari Alam.

Oleh karena itu, PHRI berharap kepada pemerintah terutama Pemprov Banten akar memberikan kelonggaran bagi dinas atau SKPD untuk melakukan rapat-rapat atau pertemuan di hotel dalam upaya membangkitkan kembali gairan pariwisata pantai di Banten.

"Memang kalau hotel-hotel ini kan pemasukannya dari MICE, baik lokal, nasional maupun internasional," kata Sari Alam.



Sumber: ANTARA