Nusa Dua Bali Dijadikan Contoh Kawasan Wisata Terpadu

Nusa Dua Bali Dijadikan Contoh Kawasan Wisata Terpadu
Presiden Joko Widodo (kedua kanan), Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan) dan Gubernur Bali I Wayan Koster (ketiga kanan) menyaksikan ritual Siat Geni saat Karnaval Budaya Bali di kawasan Nusa Dua, Bali, 12 Oktober 2018. ( Foto: Antara/ICom/AM IMF-WBG / Nicklas Hanoatubun )
/ FER Jumat, 12 Oktober 2018 | 19:38 WIB

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, mengatakan, kawasan Nusa Dua Bali bisa menjadi contoh sebagai kawasan wisata terpadu yang juga bisa dikembangkan di destinasi lainnya di Indonesia.

"Nusa Dua adalah proyek pembangunan kawasan pariwisata terpadu pertama oleh komunitas internasional di Indonesia pada tahun 1971," kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/10).

Basuki menyatakan, pihaknya optimistis terhadap target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (Wisman), karena Indonesia memiliki alam dan kekayaan budaya yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

"Dari target 20 juta wisatawan ke Indonesia hingga tahun 2019, masih didominasi oleh kunjungan ke Bali. Pemerintah saat ini mengembangkan sepuluh kawasan wisata sebagai Bali baru," katanya.

Dukungan yang diberikan Kempupera dalam bentuk pembangunan infrastruktur berupa jalan akses menuju lokasi wisata, jalan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase dan persampahan.

Kempupera juga membangun ruang-ruang publik (termasuk rest area, parkir, pedestrian, dan penataan kawasan) untuk mendukung kegiatan produktif sektor pariwisata. Pengembangan kawasan wisata secara terpadu, menurut Basuki, amat penting karena ada beragam aspek yang saling berkaitan satu sama lain.

"Kami juga mengundang investor untuk membangun hotel, restoran, dan tempat peristirahatan di sekitar wilayah tersebut," katanya.



Sumber: ANTARA
CLOSE