Media Arab Provokasi AS Serang Iran

Media Arab Provokasi AS Serang Iran
Gedung reaktor nuklir Bushehr dijaga aparat keamanan di selatan Iran, Oktober 2010. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 17 Mei 2019 | 14:24 WIB

Riyadh, Beritasatu.com- Media Arab dilaporkan memprovokasi Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Republik Islam Iran karena mengancam keamanan di Timur Tengah, terutama bagi sekutu AS.

Pada Kamis (16/5), harian Riyadh, Arab News, dalam editorial yang berjudul "Iran Tidak Boleh Dibiarkan Begitu Saja", mendorong dilakukannya serangan militer terhadap Iran karena diduga telah menggunakan drone untuk menyerang instalasi energi dan minyak Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dua negara sekutu AS di Timur Tengah.

Menurut media itu, sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran kurang berdampak, sehingga serangan militer merupakan pilihan logis, mengingat Iran telah melakukan tindakan yang mengancam kepentingan AS di Timur Tengah.

"Kami memperdebatkan ini karena jelas bahwa sanksi (Amerika Serikat, Red) tidak mengirim pesan yang benar. Jika rezim Iran tidak terlalu terbiasa dengan kejahatan mereka, mereka akan menerima tawaran dari Presiden Donald Trump bernegosiasi dan mencapai kesepakatan yang akan menjadi kepentingan terbaik bagi Iran," bunyi editorial Arab News.

Media tersebut juga menyatakan bahwa langkah AS yang menyerang Suriah ketika diduga menggunakan gas sarin yang mematikan, dapat diterapkan pula dalam serangan terhadap Iran. Pasalnya Iran diduga terlibat dalam dua serangan yang diduga bertujuan mengganggu pasokan minyak dunia.

UEA dan Arab Saudi telah menuding Iran berada dibalik kerusakan kapal tanker di pelabuhan di UEA. Arab Saudi bahkan menduga Iran telah melakukan serangan drone yang merusak instalasi pipa minyak di Arab Saudi dan UEA, pada Selasa (14/5).

"AS telah menetapkan preseden, dan itu memiliki efek jitu. Trump menyerang Suriah ketika rezim Assad menggunakan gas Sarin terhadap rakyatnya. Hal itu bisa dilakukan terhadap Iran karena dua serangan baru-baru ini, Iran bermaksud mengganggu aliran energi di seluruh dunia, mempertaruhkan nyawa bayi di inkubator, mengancam rumah sakit dan bandara, menyerang kapal-kapal sipil dan membahayakan nyawa orang tak bersalah," bunyi editorial Arab News.

Media tersebut, juga menyatakan Pemerintah Iran terus berpura-pura tidak melakukan serangan apapun, namun penyelidikan menunjukkan negara itu telah merencanakan serangan, bahkan menggunakan pasukan Houthi yang berbasis di Yaman untuk menyerang jaringan pipa minyak Arab Saudi.



Sumber: Suara Pembaruan