Kantor HAM PBB Desak Penyelidikan Hilangnya Jurnalis Saudi

Kantor HAM PBB Desak Penyelidikan Hilangnya Jurnalis Saudi
Seorang polisi Turki berdiri di depan Konsulat Arab Saudi di Istanbul, 8 Oktober 2018. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 10 Oktober 2018 | 19:00 WIB

Jenewa-Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyerukan keprihatinan mendalam atas apa yang tampaknya sebagai “penghilangan paksa” dan kemungkinan pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Kedua negara, Turki dan Saudi, juga didesak untuk melakukan penyelidikan kasus itu.

“Ya, ini perhatian serius, tampaknya penghilangan paksa Khashoggi dari konsulat Saudi di Istanbul,” kata juru bicara Kantor HAM PBB, Ravina Shamdasani, dalam jumpa pers di Jenewa, Senin (9/10).

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Riyadh untuk membuktikan klaimnya bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulatnya di Istanbul. Di pihak lain, Amerika Serikat (AS) juga mendesak Saudi mendukung penyelidikan kasus itu.

“Jika laporan kematiannya dan keadaan luar biasa yang mengarah ke sana terkonfirmasi, ini benar-benar mengejutkan,” tambah Shamdasani.

Khashoggi pernah menjadi editor surat kabar ternama di Saudi dan penasihat dari mantan kepala intelijen Saudi. Kasus hilangnya Khashoggi sejak pekan lalu, menimbulkan keprihatinan global, khususnya setelah sumber-sumber Turki menyakini dia dibunuh di dalam konsulat.

“Kami menyerukan kerja sama antara Turki dan Arab Saudi untuk melakukan penyelidikan cepat dan tidak memihak atas hilangnya Khashoggi dan menyampaikan temuan ke publik,” kata Shamdasani.

“Kedua negara memiliki kewajiban di bawah hukum pidana dan hukum HAM internasional,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE