Gitar Batik Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia

Gitar Batik Perkaya Koleksi Museum Oriental di Rusia
Penyerahan sumbangan gitar elektrik dan gitarlele bermotof batik karya seni Indonesia kepada Museum Oriental Moskwa, Rusia, Selasa, 7 Agustus 2018. ( Foto: Istimewa / Asni Ovier )
Asni Ovier / AO Jumat, 10 Agustus 2018 | 18:08 WIB

Moskwa - Sebuah gitar elektrik bermotif batik Katedral St Basil dari GnB Guitars dan sebuah gitar akustik kecil (guitalele) batik dari Batiksoul Guitars resmi disumbangkan kepada State Museum of Oriental Art di Moskwa, Rusia. Kedua alat musik itu akan melengkapi koleksi benda-benda seni dari Indonesia yang telah dimiliki museum tersebut, seperti wayang kulit, keris, ukiran, patung, dan beberapa kain batik.

Gitar dan guitalele batik diserahkan langsung oleh pendiri GnB Guitars Haryo Kongko Sasongko dan pendiri Batiksoul Guitars Indonesia Guruh Sabdo Nugroho kepada Direktur Jenderal Museum, AV Sedov. Penyerahan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi di State Museum of Oriental Art pada 7 Agustus lalu.

Dalam siaran pers KBRI Moskwa yang diterima di Jakarta, Jumat (10/8), Kongko menceritakan bahwa gitar batik dengan desain berbeda juga telah mengisi Museum White House, Amerika Serikat, dan diterima langsung oleh Presiden Barak Obama pada 2014. Khusus inspirasi batik bermotif Katedral St Basil diperoleh pria asal Yogyakarta itu pada Januari 2016 ketika berkunjung ke Museum Beatles Story di Liverpool, Inggris, dan melihat salah satu merchandise lagu Back to the USSR. Sejak proses batik motif St Basil pada gitar selesai, dia telah berangan-angan untuk menyerahkan gitar tersebut ke Rusia.

Sementara, Guruh yang setidaknya sudah dua kali berkunjung ke Rusia dan belum menemukan instrument guitalele di negara itu tergelitik untuk menyumbangkan guitalele karya desainnya ke museum di Rusia. Guitalele yang diserahkan juga bukan guitalele biasa, namun yang pertama kali dibuat menggunakan kayu mahogani dan batik pewarna alam asli Indonesia.

Kongko dan Guruh mengapresiasi bantuan KBRI Moskwa yang telah menjembatani perjalanan kedua gitar sampai ke Museum Oriental di Rusia. Pihak Museum menyampaikan bahwa selama ini mereka telah menjalin kerja sama yang baik dengan KBRI Moskwa. Beberapa hari sebelumnya, Museum yang mengoleksi benda-benda seni dari Asia, termasuk Indonesia, itu juga telah menerima sumbangan batik tulis motif Sekar Ukel dari Bupati Pekalongan.

Selain penyerahan gitar, pengusaha Yuam Roasted Coffee asal Kebumen, Yuri Dulloh turut memperkenalkan kopi pesisir yang dirintisnya. Calon penerima Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diundang ke Istana Presiden itu juga menyertakan gelas khusus dari bambu yang dapat menambah cita rasa unik kopi. Gelas tersebut juga dapat menjadi koleksi Museum Seni Oriental dan berharap masyarakat Rusia dapat mengetahui kopi Indonesia, seperti kopi Kebumen.

Sementara, Dubes Wahid menyambut baik kehadiran kedua instrumen musik yang akan memperkaya koleksi asal Indonesia di museum ini. Bertambahnya benda seni asal Indonesia diharapkan mampu merepresentasikan keragaman karya seni Nusantara, tidak hanya berupa benda seni klasik, tetapi juga moderen yang tetap menjunjung nilai-nilai tradisional Indonesia. Dubes Wahid juga menyampaikan kesiapan KBRI Moskwa untuk mendukung apabila pihak museum akan menyelenggarakan pameran khusus benda-benda seni Indonesia.

Museum Seni Oriental adalah salah satu museum di Rusia yang mengoleksi, melestarikan, meneliti, memamerkan, dan mempromosikan karya-karya seni Asia. Di Museum tersebut terdapat galeri Indonesia, yang salah satu koleksi tertuanya adalah keris Jawa buatan 1935. Koleksi wayang kulit merupakan pemberian dari Kliment Voroshilov setelah berkunjung ke Indonesia pada Mei 1957.

Pada 22 April hingga 24 Mei 2010, saat peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia, di Museum tersebut diselenggarakan pameran sekitar 100 lukisan tentang Indonesia karya seniman Rusia, Vladimir Anisimov.

GnB Guitars, Batiksoul Guitars, dan Yuam Roasted Coffee merupakan tiga di antara ratusan UKM peserta Festival Indonesia III di Moskwa yang diselenggarakan oleh KBRI pada 3-5 Agustus 2018. Penyerahan karya seni Indonesia kepada Museum Oriental Moskwa dilakukan setelah mengikuti Festival.

Pada festival yang digelar di taman Krasnaya Presnya seluas 16,5 hektare itu memamerkan keunikan produk dan seni Indonesia, termasuk gitar batik, yang berhasil menarik perhatian lebih dari 135.000 pengunjung warga Moskwa dan sekitarnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE