Swasta Ikut Ambil Peran Genjot Promosi "10 Bali Baru"

Swasta Ikut Ambil Peran Genjot Promosi
Keindahan Mandalika, salah satu dari 10 destinasi wisata Bali Baru. ( Foto: Dok. Accommindo )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 9 Juli 2018 | 19:50 WIB

Jakarta - Agen komunikasi, Accommindo, mengumumkan rencana kerja sama dengan Smailing DMC dalam pengembangan konten perjalanan untuk tujuan wisata baru yang diprioritaskan di Indonesia, yang dikenal sebagai "10 Bali Baru".

Adapun 10 tujuan pariwisata yang diprioritaskan, dan telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, adalah Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sultra), dan Morotai (Malut).

Keindahan Mandalika, salah satu dari 10 destinasi wisata Bali Baru.

Baca Juga: Kempar Terus Gencarkan Promosi Wisata di Luar Negeri

Salah satu destinasi yang menarik minat wisatawan akhir-akhir ini adalah Mandalika, sebuah proyek besar yang dipimpin oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). BUMN yang dikenal berhasil dalam mengembangkan dan mengoperasikan kompleks pariwisata terpadu, Nusa Dua di Bali selatan dan didirikan pada tahun 1973.

ITDC digagas setelah sebuah studi lengkap dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dan Bank Dunia untuk mengembangkan sebuah kompleks resor yang ramah lingkungan dan terintegrasi. Model sukses ini yang mereka harapkan untuk dapat direplikasi di Lombok Selatan dan di berbagai destinasi lain di Indonesia.

CEO Smailing DMC, Jason Lim, mengatakan, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk menciptakan minat dalam tujuan ini.

"Peran kami adalah untuk mengembangkan pemasaran konten dengan 'pengalaman' sejati yang menginformasikan, menghibur, dan menginspirasi," kata Lim, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (9/7).

Baca Juga: Nomadic Tourism Dongkrak Kunjungan Wisman

Lim menambahkan, pihaknya merupakan perusahaan travel yang siap untuk membangun program perjalanan Next 10. "Kami memiliki 95 tenaga profesional asing dan lokal yang berbasis di Bali dan Yogyakarta yang dapat mendukung promosi 10 tujuan baru ini untuk memenuhi kebutuhan wisatawan in-bound global," tegasnya.

Laporan The Millennial Traveller Report, yang dirilis oleh World Youth Student and Educational (WYSE) Travel Confederation, menyebutkan, lebih dari 320 juta perjalanan ke luar negeri akan dilakukan oleh turis muda pada tahun 2020, meningkat 47 persen dari 2013.

"Generasi milenial lebih suka melakukan lebih banyak upaya dalam menghemat uang di bagian lain dari kehidupan mereka dan menempatkannya menuju peluang perjalanan yang tepat yang mereka yakini akan memberikan pengalaman khusus. Cara yang ampuh untuk menjangkau masyarakat ini adalah dengan pemasaran konten," ujar Lim.

Baca Juga: Moeldoko Akui NTB Miliki Potensi Alam Luar Biasa

Sementara itu, Tom O'Brien, Direktur Utama Accommindo, sebuah agen yang berbasis di Bali yang mengkhususkan diri untuk konten perjalanan dan perhotelan, branding dan komunikasi, setuju bahwa pengalaman lokal yang unik adalah apa yang didambakan turis pada saat ini.

"Accommindo dan Smailing DMC akan bekerja sama dengan ide bahwa setiap tujuan memiliki cerita sendiri untuk diceritakan dan pendekatan terbaik untuk pemasaran perjalanan adalah untuk mempengaruhi wisatawan dengan peluang untuk menjelajah," kata O'Brien.

Accommindo baru-baru ini meluncurkan thenexten.com, sebuah blog yang menampilkan kabar-kabar teranyar tentang destinasi wisata baru di Nusantara dan mendorong pengembangan konten tujuan wisata oleh siapa saja yang berminat, entah itu seorang blogger, videografer atau bisa saja seorang reporter NY Times atau bahkan sebuah grup kru film.

"Ambillah industri film Thailand sebagai contoh bagaimana menjangkau masyarakat yang lebih luas," kata O'Brien mengutip novel Alexa Garland pada 1997, The Beach, yang mengagungkan jejak backpacking.

Baca Juga: Banyuwangi Semakin Dikenal sebagai Destinasi Syuting Film

Destinasi wisata Indonesia yang ikonik bisa menjadi inspirasi cerita film yang bagus sekaligus sebagai lokasi produksi film yang menakjubkan. Hal ini disampaikan oleh produser film yang berbasis di Jakarta, Gary Hayes.

Dirinya sempat membantu produksi film Eat Pray Love saat pengambilan gambar di Indonesia. Setelah menjual jutaan eksemplar, buku karya Elizabeth Gilbert tahun 2006 mengilhami banyak wisatawan spiritual untuk mengunjungi Bali, terutama setelah peluncuran film ini pada tahun 2010.

"Indonesia adalah negara 'film' sejati dengan latar belakang dramatis yang luar biasa, beragam budaya, sejarah dan monument-monumen megah," kata Hayes.



Sumber: BeritaSatu.com