Karangploso Townhouse Kebut Pematangan Lahan

Karangploso Townhouse Kebut Pematangan Lahan
Rumah contoh tipe 36/72 di kawasan Karangploso Townhouse, Malang. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 10 Oktober 2018 | 07:45 WIB

Malang - Karangploso Townhouse merupakan kawasan hunian untuk rumah sederhana terluas di Jawa Timur yakni dengan total lahan seluas 11 hektare (ha). Berlokasi di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang yang berbatasan langsung dengan Kota Batu, proyek ini akan memiliki total unit rumah yang akan dibangun sekitar 794 unit dan ruko sebanyak 29 unit.

Kawasan hunian Karangploso Townhouse juga telah mengantongi izin siteplan dan mendapatkan pengesahan dari Bupati Malang serta surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT), Izin Lokasi, Izin Tata Ruang serta beberapa izin lainnya seperti Peil Banjir, PLN dan uji Lab Air.

"Karangploso Townhouse merupakan megaproyek Mahakarya Evelyn Almeera Mughnii Development (Mughnii Land) yang bisa menjadi pilihan bertempat tinggal terbaik di Malang serta Kota Batu dan memberikan proyeksi keuntungan investasi menjanjikan di masa depan," ujar President Director PT Mahakarya EAMD, Mulyani Sri Utami, dalam keterangan resminya, Selasa (9/10).

Baca Juga: Mughnii Land Tambah Fasilitas Karangploso Townhouse

Hunian yang mulai dibangun sejak penghujung 2017 lalu ini, kini mulai memasuki tahap pematangan lahan yang ditandai dengan proses cut and fill dan sudah mencapai 30 persen dari total luasan kawasan. Secara bertahap dan konsisten, empat klaster sudah siap dilakukan pembangunan kurang lebih 300 unit rumah.

Utami menjelaskan, proyek ini merupakan hunian yang mengutamakan kenyamanan bagi penghuni, sehingga setiap detil pembangunan diperhatikan dengan baik oleh pengembang.

"Kami menjaga komitmen dengan terus berupaya menghadirkan hunian terbaik bagi masyarakat, khususnya masyarakat Malang dan Kota Batu," tegas wanita yang aktif terlibat sebagai pengurus DPD REI Jawa Timur ini.

Sampai saat ini pembangunan Karangploso Townhouse terus dikebut dengan tahapan proses pematangan lahan. Untuk tahapan awal sendiri akan dibangun sekitar 300 unit untuk tipe 36/72. Sementara pengembangan selanjutnya untuk tipe 56/60 (dua lantai), rencananya mulai dikerjakan tahun depan.

Baca Juga: Mughnii Land Kembangkan Rumah Rp 100 Jutaan

Antusiasme pasar terhadap Karangploso Townhouse juga sangat tinggi. Terbukti, sejak mulai dipasarkan awal tahun ini, tercatat dari 794 unit rumah yang disediakan oleh pengembang telah diminati oleh kurang lebih 500 pemesan unit dengan skema bayar cash keras, installment dan KPR melalui BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri serta Bukopin. Bahkan, 304 unit dipesan oleh konsumen dengan 221 pembeli diantaranya telah melakukan proses pilih unit.

"Minat masyarakat terhadap hunian yang berkualitas namun dengan harga terjangkau seperti Karangploso Townhouse ini sangat tinggi. Kami bertekad akan segera menyelesaikannya sesuai target yakni di akhir tahun 2019 sudah bisa dihuni untuk yang tipe 36/72," kata Utami.

Dengan harga per unit yang ditawarkan cukup terjangkau yakni mulai dari Rp 115 juta dan uang muka mulai dari Rp 8,5 juta (developer policy) serta angsuran mulai dari Rp 600.000/bulan, calon konsumen cukup membayar UTJ (Uang Tanda Jadi) sebesar Rp5 juta (sudah mengurangi harga). Setelah itu, selama memenuhi persyaratan BI Checking, pengembang menjamin program KPR Tanpa Tolak. "

"Selama BI Checking atau penyebutan sekarang SLIK dinyatakan lolos, maka KPR tanpa tolak masih tetap berlaku. Namun, jika bank menerapkan kebijakan DP 30 persen, developer memberi kemudahan bagi konsumen dapat mencicil uang muka tersebut maksimal 1 tahun," tegas Utami.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE