Hendropriyono: Politik Jalanan Tak Dibenarkan oleh Pancasila

Hendropriyono: Politik Jalanan Tak Dibenarkan oleh Pancasila
Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono di Acara Musyawarah Besar Kaum Muda Indonesia, di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5). ( Foto: istimewa )
Yustinus Paat / WM Minggu, 19 Mei 2019 | 20:29 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono menegaskan bahwa politik jalanan atau demonstrasi di jalanan dalam menanggapi hasil pemilu tidak dibenarkan oleh Pancasila. Menurut Hendropriyono, jika tidak puas dengan hasil pemilu maka gunakan dengan cara-cara yang sesuai dengan Pancasila dan konstitusi.

Hal ini disampaikan Hendropriyono menanggapi rencana massa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melakukan aksi "Menjaga Kedaulatan Rakyat Indonesia" dari Kecurangan Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta pada 22 Mei 2019.

"Politik jalanan atau demonstrasi di jalanan, baik damai maupun tidak damai tidak dibenarkan oleh Pancasila, politik jalanan seperti ini," kata Hendropriyono dalam sambutannya pada Acara Musyawarah Besar Kaum Muda Indonesia, di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2019).

Politik jalanan, kata Hendropriyono, meskipun dilakukan dengan damai tetapi tetap berbahaya. Pasalnya, pengelompokan massa dalam politik jalanan bisa diarahkan ke hal-hal negatif yang ujungnya menghancurkan Pancasila.

"Seandainya sampai bisa damai tapi tujuannya jadi tercapai mengobrak-abrik dan menyobek-nyobek Pancasila. Sebetulnya itu merobohkan negara proklamasi. Walaupun damai, apalagi kalau tidak damai. Kita juga sudah tahu ini terancam bom, terancam oleh tembakan. Yang nanti dibilang yang nembak pemerintah, yang bom pemerintah. Ternyata bukan, boleh tanya orang yang sudah tertangkap itu yang sudah ditangkap densus," ungkap dia.

Karena itu, Hendropriyono meminta agar masyarakat yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres untuk menghentikan langkah melakukan politik jalanan. Menurut dia, langkah kaum muda yang menggelarkan Musyawarah Nasional untuk meneguhkan komitmen kepada Pancasila merupakan langkah yang baik untuk melawan ideologi asing yang sudah menyusup ke berbagai sendi kehidupan termasuk politik.

"Alhamdulillah bahwasanya ternyata kaum muda bangsa Indonesia sadar untuk kembali mengukuhkan pancasila sebagai dasar filsafat bagi negara bangsa ini. Ini adalah suatu bentuk kesadaran nasional yang luar biasa ditengah hiruk pikuknya kita, diterpa prahara ideologi asing yang berbahaya,"  kata Hendropriyono



Sumber: BeritaSatu.com