Jokowi: Yang Namanya Kalah Ya Mesti Tak Puas

Jokowi: Yang Namanya Kalah Ya Mesti Tak Puas
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya dalam acara buka puasa bersama keluarga besar TNI-Polri dan masyarakat di Jakarta, Kamis 16 Mei 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / WM Minggu, 19 Mei 2019 | 20:20 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Pengumuman hasil Pemilu 2019 sepatutnya dihormati seluruh pihak. Sebab, rakyat pada 17 April 2019 telah menggunakan hak suara pada Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

“Kita ini sudah menyelenggarakan Pemilu bukan sekali dua kali kan, dan prosesnya itu sudah jelas, 17 April yang lalu rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan, ya kan setelah itu ada proses, proses penghitungan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Menurut Jokowi, setiap proses pascapemilu hampir rampung. “Prosesnya itu semua diikuti. Semua proses demokrasi seperti itu kalau sudah dihitung oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang menang sudah ditetapkan, ya itulah keputusan dari penyelenggara Pemilu yaitu KPU,” ujar Jokowi.

Apabila ada ketidakpuasan atas hasil, Jokowi menilai hal itu suatu kewajaran. “Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Enggak ada yang kalah itu puas, enggak ada. Kalah itu pasti enggak puas,” ucap Jokowi.

Meski begitu, Jokowi menekankan, indikasi adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu dapat diadukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tak hanya itu, jika skala kecurangan lebih besar, maka diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ini kan mekanisme menurut konstitusi. Mekanisme yang sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah. Harusnya mekanisme konstitusional itu yang diikuti,” tegas Jokowi.

Disinggung mengenai adanya penangkapan terduga teroris karena disinyalir bakal beraksi ketika pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019, Jokowi menyatakan, aparat keamanan tentu tak membiarkan teroris. “Namanya teroris ya ditangkap. Masak dibiarkan,” kata Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan