Pemilu 2019

Jokowi Nilai Wajar Jika Kader Golkar Jabat Ketua MPR

Jokowi Nilai Wajar Jika Kader Golkar Jabat Ketua MPR
Airlangga Hartarto. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Minggu, 19 Mei 2019 | 20:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Golkar hampir dipastikan menempati peringkat kedua Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Karenanya, suatu kewajaran jika Partai Golkar menginginkan kadernya menjabat posisi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

"Saya kira sebagai pemenang yang kedua ya wajar," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (19/5/2019). Jokowi menanggapi harapan Partai Golkar untuk menempati kursi ketua MPR periode 2019-2024.

Baca Juga: Golkar dan Nasdem Raih Kursi DPR Dapil II DKI Jakarta

Jokowi tertawa ketika disingung Partai Golkar atau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lebih ideal menduduki jabatan ketua MPR. Jokowi menyatakan, partai-partai tentu memang berharap mendapatkan posisi ketua MPR.

Sebelumnya, Ketua Umum (ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menyatakan, sebagai pemenang Pemilu nantinya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) otomatis mengajukan kader menjadi ketua DPR. Hal ini sesuai Undang-undang (UU) Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3).

"Dalam UU MD3 bahwa pemenang pemilu akan menjadi ketua DPR. Dalam hal ini PDIP,” kata Airlangga.

Baca Juga: Puan Maharani Dinilai Punya Kemampuan Jabat Ketua DPR

Karena itu, Airlangga menilai Partai Golkar yang merupakan pemenang kedua siap bersaing memperebutkan kursi ketua MPR. Airlangga meminta izin terlebih dahulu kepada Ketum PKB, Muhaimin Iskandar.

"Tentunya amat wajar ini seizin Pak Muhaimin Iskandar, apabila nanti pemilihan ketua MPR yang dipilih dalam sistem paket, wajar juga mengusung paket dengan ketua dari Partai Golkar," ucap Airlangga.

Sebelumnya, Muhaimin pernah menyebut dirinya yang bakal menjabat ketua MPR. Sedangkan Ketua DPP PDIP nonaktif, Puan Maharani, menjadi ketua DPR.

"Mbak Puan Ketua DPR. Insyaallah saya Ketua MPR," ungkap Muhaimin, Sabtu (18/5/2019).



Sumber: Suara Pembaruan