DPP Hanura Sesalkan Pernyataan OSO

DPP Hanura Sesalkan Pernyataan OSO
Konferensi pers DPP Partai Hanura, Minggu 19 Mei 2019. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Minggu, 19 Mei 2019 | 12:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gagal lolosnya partai Hanura memenuhi ambang batas parliementary threshold (PT) faktor penyebabnya digadang-gadang karena Wiranto, hal ini dikatakan Osman Sapta Odang (OSO) beberapa waktu lalu dalam acara buka bersama Presiden Jokowi dan DPD RI di kediamannya di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Pernyataan ini sangat disesalkan oleh pengurus DPD partai Hanura, sebab pernyataan tersebut bukan hanya menodai puasa Ramadan namun juga karena disampaikan di depan presiden.

"Kami menyesali pernyataan yang disampaikan oleh Osman Sapta, sebab menodai puasa Ramadan di mana kita dalam suasana meningkatkan silaturahmi dan disampaikan dihadapan presiden, seharusnya dalam suasana ketat tata krama, itu muruahnya," ujar Marsekal Madya (Purn) Daryatmo, Ketua Umum Partai Hanura, di DPP Hanura Bambu Apus, Jakarta Minggu (19/5/2019).

"OSO menjadi Ketum Partai Hanura, kan karena restu Wiranto pendiri partai dan ketum sebelumnya, dikarenakan Wiranto diangkat oleh presiden menjadi Menkopolhukam, yang tugasnya mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan politik, hukum dan keamanan," kata Daryatmo.

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, partai Hanura di bawah kepimpinan OSO bukan semakin solid, tetapi terjadi perpecahan, akibat model kepemimpinan yang mengabaikan mekanisme dan aturan partai dalam mengambil keputusan. Akibatnya, mayoritas kader militan partai Hanura melakukan perlawanan dengan menyelenggarakan Munaslub II yang memberhentikan OSO sebagai Ketua Umum partai Hanura.

"Oleh karena itu tidak heran partai kami gagal memenuhi ambang batas PT, namun anehnya, justru OSO menyalahkan Wiranto sebagai penyebabnya. Tanggung jawab partai Hanura itu ada di tangan OSO bukan ditangan Wiranto sebagai ketua dewan pembina, jadi tidaklah berlebihan apabila kita menduga OSO mau lari dari tanggung jawab. Dan ini membuktikan keyakinan mayoritas kader, bahwa partai Hanura dibawah kepemimpinan OSO tidak banyak yang bisa diharapkan," tegasnya.

"Untuk itu, kiranya tidaklah berlebihan juga bila kami kader dan simpatisan Partai Hanura menuntut Oesman Sapta Odang; Bertanggung jawab atas keterpurukan Partai Hanura pada Pemilu 2019, dengan secara kesatria mundur dari Kepemimpinan Partai Hanura," pungkas Daryatmo.



Sumber: BeritaSatu.com