Digadang-gadang Kandidat Terkuat Ketua DPR, Ini Respons Puan Maharani

Digadang-gadang Kandidat Terkuat Ketua DPR, Ini Respons Puan Maharani
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, menunjukkan surat suara tercoblos, di TPS 62, di RT 010 RW 004 Kebagusan. ( Foto: David Gita Roza )
Carlos KY Paath / WM Rabu, 15 Mei 2019 | 15:02 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nonaktif, Puan Maharani digadang-gadang menjadi ketua DPR. Untuk diketahui, Puan merupakan calon anggota legislatif (caleg) PDIP dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah (Jateng) V.

Menanggapi dukungan terhadap dirinya, Puan mengaku menunggu hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019. Puan juga menyatakan, dirinya juga masih fokus mengemban tugas sebagai menteri koordinator (menko) pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK).

“Saya masih fokus jadi menko PMK, dan saat ini kan kita masih menunggu hasil real count suara pada tanggal 22 Mei 2019. Jadi masih fokus pada hal tersebut. Belum ada pembicaraan di internal (PDIP) terkait penugasan atau posisi-posisi tertentu di tempat lain,” ujar Puan.

Hal itu disampaikan Puan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5).

“Ya mungkin kandidat (ketua DPR), Tapi belum ada hal lain yang akan menjadi keputusan,” ucap Puan yang meraih sekitar 420 ribu suara di dapil yang meliputi Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Surakarta.

Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 2/2018 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3), jabatan ketua DPR diisi anggota DPR dari partai politik pemenangan Pemilu. Berdasarkan hitung cepat maupun rekapitulasi sementara KPU, PDIP berada di peringkat pertama.

“Alhamdulillah sesuai UU MD3, partai pemenang pemilu dan sesuai suara proporsional nantinya yang menduduki pimpinan di DPR. Tapi siapa kemudian (komposisi pimpinan DPR), bagaimana kriteria dan lain-lain, itu kan masalahnya ada di internal partai masing-masing,” ungkap Puan.

Menurut Puan, partainya sama sekali belum membahas mengenai jabatan pimpinan DPR. Di sisi lain, Puan menuturkan, sejarah baru tercipta jika memang ada perempuan dipercaya menjadi ketua DPR. “Kamu harus bangga ini kalau ada perempuan. Saya belum tahu, belum bicara sampai ke situ,” kata Puan.



Sumber: Suara Pembaruan