Ketua DPR: Keamanan dan Ketertiban Umum Masih dalam Kendali TNI-Polri

Ketua DPR: Keamanan dan Ketertiban Umum Masih dalam Kendali TNI-Polri
Ketua DPR Bambang Soesatyo ( Foto: Beritasatu TV )
Yustinus Paat / JAS Minggu, 12 Mei 2019 | 18:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan kegiatan Polri dan TNI yang terus memobilisasi aparat keamanan dan melakukan langkah-langkah persuasif terkait wacana people power atau revolusi menjadi bukti bahwa keamanan nasional dan ketertiban umum terjaga, dan tetap dalam kendali TNI, Polri dan aparat penegak hukum.

Karena itu, kata Bambang, masyarakat jangan terpengaruh oleh wacana-wacana maupun provokasi seperti itu.

"Sebaliknya, hal yang harus kita lakukan sebagai sesama anak bangsa justru mendorong semua lapisan masyarakat untuk tetap fokus pada kegiatan ibadah Puasa Ramadhan dan melakukan persiapan menyongsong Idul Fitri tahun ini," ujar Bambang di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Semua pihak, kata Bambang, memiliki tanggung jawab yang sama agar Indonesia tetap kondusif, kendati ruang publik masih bising karena dijejali isu-isu tentang hasil Pemilu 2019. Menurut dia, isu atau wacana tentang people power dan revolusi telah direspons dengan bijaksana dan terukur oleh Polri.

"Masih berkaitan dengan kedua wacana itu, pemerintah pun telah menunjuk sebuah tim untuk mengkaji aspek hukum dari ucapan atau pernyataan sejumlah pihak untuk mencegah terjadinya perpecahan bangsa," tutur dia.

Keputusan Pemerintah dan Polri, kata Bambang, memilih soft approach untuk isu people power dan revolusi menjadi bukti bahwa aspek keamanan nasional dan ketertiban umum masih berada dalam kendali TNI, Polri dan aparat penegak hukum lainnya.

"Pilihan soft approach itu juga menjadi bukti bahwa pemerintah bersama TNI dan Polri tidak panik. Sebab, Indonesia pada dasarnya memang sangat kondusif hingga pascapengumuman KPU," ungkap dia.

Karena itu, lanjut Bambang, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk cemas atau khawatir. Kebisingan yang timbul karena isu-isu seputar hasil Pemilu 2019 diyakini tidak akan menjerumuskan negara ini dalam situasi tidak kondusif. Tidak ada ketegangan yang mengganggu roda pemerintahan.

"Presiden Jokowi terus blusukan ke sejumlah daerah, sementara DPR pun mulai menjalani masa sidang. Jadi, dari pada mengikuti isu yang digoreng para politisi, saya justru mendorong semua elemen masyarakat untuk fokus melaksanakan ibadah Puasa Ramadan," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com