PKS Klaim Ada Kesalahan Situng KPU yang Serius

PKS Klaim Ada Kesalahan Situng KPU yang Serius
Ilustrasi penghitungan suara Pemilu 2019. ( Foto: ANTARA FOTO )
Yeremia Sukoyo / YUD Rabu, 8 Mei 2019 | 15:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto telah menggelar pertemuan di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Sohibul Iman, dan sejumlah jajaran pengurus DPP PKS lainnya.

Sesaat setelah mengikuti pertemuan tertutup tersebut, Prabowo tidak memberikan komentar apapun walaupun telah dihadang wartawan. Prabowo dengan diikuti Amien Rais langsung pergi meninggalkan Kantor DPP PKS dan langsung menuju kediamannya di kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan pertemuan yang membahas seputar hasil Pemilu serentak 2019. Dalam pertemuan disimpulkan ada kesalahan yang cukup serius dalam Situng KPU.

"Kami mendengar presentasi dari Prof Sugiarto (ahli IT yang dihadirkan). Mereka punya catatan-catatan kesalahan situng KPU yang cukup serius," kata Muzammil Yusuf.

Menurutnya, dari pihak PKS sudah mendengar presentasi yang disampaikan. Sebaliknya, dari PKS juga sudah siap memberikan data yang diminta koalisi yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Ketika ditanya data apa yang menjadikan adanya kesalahan Situng KPU yang cukup serius, Muzammil pun tidak bisa memberikan jawaban. Termasuk, data apa yang akan diberikan PKS kepada BPN untuk kemudian dijadikan dasar kesimpulan tersebut.

Dalam Konferensi pers yang digelar di lobi utama Kantor DPP PKS itu pun, tidak dihadirkan sosok yang disebut-sebut ahli IT (Profesor Sugiarto).

"Dari PKS juga kita sampaikan data yang kita miliki kita share. Kita ada kesepakatan, ada ekspose dari tim IT BPN sehingga akan memberikan informasi sahih dalam beberapa hari kedepan. Intinya kita membuka kepada publik hasil pemilu yang luber dan jurdil," ungkap Muzammil.

Seperti diketahui, PKS merupakan salah satu rekan koalisi Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Wakil Presiden dalam Pemilu serentak 2019. Walaupun telah berkali-kali mengklaim kemenangan, di dalam penghitungan suara (real count) KPU, perolehan suara Prabowo masih jauh di bawah pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Hingga 71 persen penghitungan suara sementara yang masuk ke KPU, pasangan Prabowo-Sandi memperoleh sekitar 48 juta suara atau 43,81 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf sementara ini memperoleh 61,5 juta suara atau sekitar 56,19 persen.



Sumber: Suara Pembaruan