Kiai Ma'ruf Pastikan MUI Jaga Diri dari Politik Praktis

Kiai Ma'ruf Pastikan MUI Jaga Diri dari Politik Praktis
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj (kedua kiri) bersama Mustasyar PBNU yang juga Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (tengah), Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar (kedua kanan), Rais Syuriah PBNU KH Ali Akbar Marbun (kiri) dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kanan) menghadiri silaturahmi di gedung PBNU, Jakarta, Senin 22 April 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Selasa, 7 Mei 2019 | 17:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, menyatakan pihaknya terus bekerja keras memastikan agar lembaga itu tidak ditarik-tarik untuk terlibat dalam politik praktis dan urusan teknis pemilu.

"Jadi MUI tidak boleh masuk dalam wilayah yang dipersengketakan," kata Kiai Ma'ruf, Selasa (7/5/2019).

Ujar pria yang merupakan cawapres pendamping Jokowi itu, MUI sudah membuat keputusan bahwa segala sesuatunya harus dilakukan sesuai peraturan dan prosedur.

Maka bila bicara politik menyangkut Pemilu 2019, MUI bersikap menunggu keputusan final dari KPU. Bila ada permasalahan, bisa dibawa ke Bawaslu hingga Mahkamah Konstitusi (MK).

"Itukan sesuai aturan yang ada," imbuh Kiai Ma'ruf.

Baca juga: MUI: Kami Tidak Ada Kaitan dengan Ijtimak Ulama III.



Sumber: BeritaSatu.com