Ekonomi Kebodohan, Hasto: Biar Rakyat yang Menilai

Ekonomi Kebodohan, Hasto: Biar Rakyat yang Menilai
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah) didampingi Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kedua kiri) dan Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Asy'ari Akbar (kanan) tiba di lokasi Rakernas LDII di Jakarta, Kamis (11/10). Rapat kerja tersebut mengangkat tema "LDII Untuk Bangsa". ( Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto )
Markus Junianto Sihaloho / YUD Jumat, 12 Oktober 2018 | 18:58 WIB

Jakarta - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pada akhirnya rakyat yang akan menentukan siapa yang sebenarnya mengalami gejala kebodohan.

Hal itu dikatakan Hasto menanggapi pernyataan Capres Prabowo Subianto soal ekonomi Indonesia adalah ekonomi kebodohan.

"Rakyat juga akhirnya melihat siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan itu ketika tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik, rakyat paham siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan," ujar Hasto saat ditanyai wartawan, Jumat (12/10).

Hasto juga menanggapi pernyataan Prabowo yang meniru Donald Trump, menyebut make Indonesia great again (buat Indonesia hebat kembali). Kata Hasto, rakyat melihat siapa sebenarnya yang berbicara hal positif dan melakukan kerja-kerja membangun negeri.

"Tapi namanya pemimpin di dalam memilih diksi pun seharusnya juga hati-hati. Karena kalau kita membodoh-bodohkan bangsa ini, sistem ekonomi bangsa ini, rakyat yag justru akan bertindak sebaliknya," ujar Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE