Erick Thohir: Jokowi Tunjukkan Kelas sebagai Pemimpin Dunia

Erick Thohir: Jokowi Tunjukkan Kelas sebagai Pemimpin Dunia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberika sambutan pada acara opening plenary Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). ( Foto: Investor Daily / Nasori )
Markus Junianto Sihaloho / AO Jumat, 12 Oktober 2018 | 13:53 WIB

Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan, Presiden Jokowi berhasil menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin dunia ketika berpidato di hadapan delegasi peserta sidang tahunan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank (WB) di Bali. Pidato Jokowi yang menganalogikan hubungan negara-negara ekonomi kuat dengan film serial Game of Thrones itu berhasil menarik perhatian para pemimpin dunia.

"Sekali lagi, Presiden Jokowi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin dunia. Presiden Jokowi mengajak para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan agar mengedepankan kerja sama dan kolaborasi sebagai jawaban atas masalah dan ancaman bersama," ujar Erick Thohir di Jakarta, Jumat (11/10).

Kata Erick, kepemimpinan Indonesia dalam forum IMF dan World Bank mewakili semangat negara-negara kecil, menengah, dan besar untuk membangun tatanan dunia baru yang lebih baik untuk semua. Kepemimpinan dunia Presiden Jokowi itu diakui oleh negara di dunia.

Terbukti, seusai berpidato, semua peserta sidang dari berbagai penjuru dunia melakukan standing ovation. Setelahnya, baik pimpinan IMF dan WB, langsung memuji pidato Jokowi.

Presiden Jokowi menganalogikan cerita film Game of Thrones untuk menyampaikan pesan moral kepada seluruh pemimpin dunia, bahwa kekuatan bersama itu penting untuk menghadapi ancaman global yang sedang meningkat pesat.

Sebagai seorang pengusaha, Erick mengatakan dirinya tahu benar bahwa pesan moral Jiokowi itu memang sangat tepat dan mewakili aspirasi dunia. Dunia, ujarnya, sedang berhadapan dengan pilihan melanjutkan rivalry (pertarungan) atau mulai collaborate (bekerja sama) menghadapi tantangan besar dunia.

"Pilihan yang tepat memang adalah menumbuhkan kepercayaan terhadap sesama, atau elevate mutual trust, dan meningkatkan kerja sama dalam banyak bidang," kata Erick.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE