Prabowo: Elite dan Keluarganya Khianati Rakyat Selama Puluhan Tahun

Prabowo: Elite dan Keluarganya Khianati Rakyat Selama Puluhan Tahun
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah) didampingi Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kedua kiri) dan Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Asy'ari Akbar (kanan) tiba di lokasi Rakernas LDII di Jakarta, Kamis (11/10). Rapat kerja tersebut mengangkat tema "LDII Untuk Bangsa". ( Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto )
Yeremia Sukoyo / FMB Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:17 WIB

Jakarta - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurasidin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Capres Prabowo hadir didampingi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dan diterima langsung Ketua Umum LDII Abdullah Syam. Kehadiran Prabowo sekaligus menjadi narasumber di Rakernas LDII

Pantauan di lokasi, Prabowo tiba sekitar pukul 09.40 WIB dan langsung masuk ke Aula LDII. Kehadiran Prabowo kali ini disambut ratusan santri Pondok pesantren Minhajurasidin.

Capres Prabowo, menuturkan, saat ini ada masalah besar di republik Indonesia, yakni telah terjadi pengkhianatan yang dilakukan banyak elite nasional terhadap bangsanya.

"Pendapat saya, melihat ada suatu pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa kita terhadap rakyatnya. Elite kita sudah tidak berpikir kepentingan rakyat," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, elite bangsa selama ini sudah berpikir untuk memperjuangkan masing-masing kelompoknya tanpa menghiraukan tantangan dan hambatan yang dihadapi bangsa.

"Mereka berpikir masing-masing kepentingan, kelompoknya, dirinya, keluarganya sehingga suatu diskonek terjadi. Suatu jurang antara realita. Ini berjalan tidak satu dua tahun tetapi sudah berjalan puluhan tahun. Sejak saya aktif di tentara saya melihat perkembangan ini," ucap Prabowo.

Akibatnya, menurut Prabowo, mengakibatkan terjadinya keadaan yang paradoks, yang diliputi oleh kejanggalan-kejanggalan di tengah kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

"Negara yang begini kaya, mengandung sumber mineral yang dibutuhkan menjadi negara advance industrial country, semua bahan ada, komoditas yang hebat-hebat tetapi sebagai bangsa kita tekor. Kita adalah bangsa yang rugi," ucap Prabowo.

Dikatakan Prabowo, selama ini bangsa Indonesia juga hidup dari utang dan kondisi tersebut sangat menyedihkan. "Banyak elit kita merasa hidup dari utang adalah biasa dan baik-baik saja. Maka umat kita merosot terus. Kalau mata uang kita merosot, itu tandanya kita tambah miskin. Kalau satu dolar katakanlah Rp 10.000 lima tahun lalu, dan sekarang Rp 15.000. Kita tambah miskin setengah," kata Prabowo.

Ketua Umum LDII Abdullah Syam, menjelaskan, Rakernas LDII 2018 sekaligus bertujuan untuk mengonsolidasikan program kerja ke depan. Karena itu, penting untuk menerima masukan dari tokoh-tokoh bangsa untuk menentukan program kerja prioritas kedepannya.

"Saya yakin isu-isu strategis yang disampaikan akan sangat bermanfaat bagi peserta Rakernas. Akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi kami dalam menggodok program kerja prioritas ke depan," kata Abdullah Syam.

Dijelaskan, saat ini LDII juga dituntut untuk memberikan kontribusi maksimal dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Karena itu, sangat dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, yakni SDM yang profesional dan religius.

"SDM profesional religius LDII kini telah menyebar di pelosok nusantara dan telah berkiprah sesuai keahliannya masing-masing," ungkapnya.

Rakernas LDII sendiri dihadiri sekitar 1.500 orang perwakilan 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, LDII juga mengusulkan delapan bidang pembangunan nasional.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE