Megawati Luncurkan Tagline dan Atribut Milenial PDIP

Megawati Luncurkan Tagline dan Atribut Milenial PDIP
PDI Perjuangan meluncurkan tagline dan atribut partai dalam sebuah acara di kantor pusat di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis 20 September 2018 yang dihadiri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / WBP Kamis, 20 September 2018 | 10:23 WIB

Jakarta - ‎Menghadapi Pemilu 2019, PDI Perjuangan meluncurkan tagline dan atribut partai untuk kalangan milenial dalam sebuah acara di kantor pusatnya, di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (20/9). Acara ini dihadiri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, peluncuran atribut milenal sebagai bentuk kreativitas politik dalam menyambut tahapan kampanye. Langkah ini juga sebagai sebuah kegembiraan politik, namun kental dengan tradisi kebudayaan. "Hari ini, PDI Perjuangan meluncurkan tagline partai dan atribut partai yang ditujukan untuk kaum muda, kaum milenial.
Nanti akan diluncurkan langsung oleh Ibu Megawati," kata Hasto, di Jakarta, Kamis (20/9).

PDI Perjuangan selalu menampilkan terobosan baru dalam politik. Selain dikenal sebagai partai ideologis yang modern dengan sekolah partai, sekolah kader, dan sekolah kepala daerah, PDIP juga tercatat sebagai satu-satunya partai di ASEAN yang menerima penghargaan kualitas manajemen mutu ISO-9001:2015.

Menurut Hasto, desain atribut yang diluncurkan menyentuh alam rasa kaum milenial dan mengedepankan kreativitas.

Hasto mengatakan, Megawati menaruh perhatian besar terhadap kaum muda. Sebab, mereka adalah masa depan Indonesia Raya. "Berilah saya 10 pemuda, maka saya bisa mengubah dunia, itu pesan Bung Karno,” ujar Hasto.

Semangat itu pula yang mewujudkan keputusan PDIP mencalonkan Jokowi- Ma'ruf Amin. Adapun Maruf Amin sudah berkomitmen agar kepemimpinan pasca-2024 adalah kepemimpinan milenial.

"Dengan demikian, perpaduan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah kepemimpinan transisional untuk masa depan Indonesia Raya dimana ke depan tidak boleh lagi ada berbagai persoalan terkait Pancasila, NKRI dan kebinekaan Indonesia. Sebab semua untuk kebesaran Indonesia," ujar Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE