Demokrat Akan Menjadi Pendukung, Bukan Pengusung

Demokrat Akan Menjadi Pendukung, Bukan Pengusung
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 10 Agustus 2018 | 09:56 WIB

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum (ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin maju sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Di pihak lain, Ketum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto berpasangan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf diusung enam partai politik (parpol) di parlemen yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasdem dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Selain itu, terdapat tiga parpol yang menjadi pendukung, seperti Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI).

Kubu Prabowo-Sandiaga diusung tiga parpol yakni Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai Demokrat (PD) tidak menjadi partai pengusung kedua kubu. Majelis Tinggi (MT) PD tengah mengadakan pertemuan untuk membahas sikap terkait Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

“Kemungkinan salah satu yang dibahas (dukung Prabowo-Sandiaga). Semuanya akan dibahas (peluang dukung Jokowi-Ma'ruf) dalam Majelis Tinggi,” kata Sekretaris MT PD, Amir Syamsuddin di kediaman Ketua MT sekaligus Ketum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jakarta, Jumat (10/8).

Menurutnya, pada awal komunikasi, SBY dan Prabowo tak pernah membahas nama Sandiaga sebagai cawapres. Kemunculan Sandiaga, lanjutnya, baru dibicarakan beberapa waktu belakangan. “Memang di pengujung proses. Empat hari lalu ya,” ujarnya.

Anggota MT PD, Max Sopacua mengatakan, Prabowo memiliki hak prerogatif memilih Sandiaga menjadi cawapres. “Itu hak prerogatif Pak Prabowo," ucap Max.

Ia menambahkan, PD nantinya hanya dalam posisi mendukung, bukan pengusung capres dan cawapres. “Karena untuk mengusung, sudah tertutup pintu bagi Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketum PD Roy Suryo menuturkan, partainya membuka peluang hanya menjadi pendukung antara Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandiaga. “Biarkan sidang Majelis Tinggi yang memutuskan. Pasti, pasti (dukung salah satu),” kata Roy.



Sumber: Suara Pembaruan