Pemprov DKI Gandeng BI Gelar Penukaran Uang di Monas

Pemprov DKI Gandeng BI Gelar Penukaran Uang di Monas
Warga menunjukan uang di loket mobil kas keliling saat pembukaan layanan penukaran uang di Lapangan IRTI, Jakarta, 23 Mei 2018. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pihaknya menyiapkan uang tunai sebesar Rp 167 triliun untuk diedarkan saat Idul Fitri, Layanan penukaran uang pecahan guna kebutuhan Ramadan dan Lebaran tersebut tersedia hingga 25 Mei 2018.  ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / WBP Jumat, 17 Mei 2019 | 10:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Bank Indonesia (BI) menggelar penukaran uang di IRTI Monas, Jakarta Pusat untuk mencegah peredaran uang palsu sekaligus memudahkan warga menukarkan uang untuk keperluan Lebaran. Penukaran uang yang melibatkan 18 bank nasional, baik badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta itu sudah dimulai sejak 13 Mei dan akan berakhir hingga 29 Mei 2019.

Warga bisa menukarkan uang pada Senin-Jumat, pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dengan maksimal uang sebesar Rp 3,9 juta per orang. Paket uang yang telah disediakan adalah pecahan Rp 20.000 senilai Rp 2 juta, pecahan Rp 10.000 senilai Rp 1 juta, pecahan Rp 5.000 senilai Rp 500.000 dan pecahan Rp 2.000 senilai Rp 400.000.

Bagi warga yang ingin menukarkan uang di IRTI Monas, harus membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas diri. Tanpa KTP, warga tidak bisa menukarkan uang ke 18 bank yang sudah membuka gerainya di lapangan parkir IRTI Monas.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah bersama Kepala Kantor Perwakilan BI DKI, Hamid Ponco Wibowo dan Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi menghadiri kegiatan penukaran uang di lapangan parkir IRTI Monas pada hari ini Jumat (17/5/2019).

“Atas nama Pemprov DKI, kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan BI di Monas. Tidak hanya di Monas, penukaran uang juga dilakukan keliling. Karena Jakarta cukup luas. Penukaran uang dilakukan di sentra-sentra kerumunan massa, kerumunan masyarakat,” kata Saefullah di IRTI Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Saefullah mengimbau, warga Jakarta yang ingin pulang kampung, lebih baik menukarkan uang di tempat resmi. Selain menghindari uang palsu, juga menjaga keamanan saat membawa uang banyak. “Saya rasa itu yang paling penting. Jangan sampai nanti hasil menabung 11 bulan, kemudian sia-sia karena ada insiden di jalan,” ujar Saefullah.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, puluhan warga sudah memadati lapangan IRTI Monas untuk menukarkan uang. Mereka diberikan nomor antrean untuk masuk ke area penukaran uang yang sudah disediakan oleh 18 bank nasional. Mengingat area cukup sempit, jumlah warga yang masuk dibatasi lima orang setiap pemanggilan.



Sumber: BeritaSatu.com