Wall Street Kembali Ambles, Dow Jones Merosot 545 Poin

Wall Street Kembali Ambles, Dow Jones Merosot 545 Poin
Pedagang di lantai bursa saham, Wall Street, New York, Amerika Serikat ( Foto: AFP )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 12 Oktober 2018 | 08:09 WIB

New York- Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan Kamis malam waktu setempat atau Jumat pagi WIB (12/10) melemah.

Mengacu data Bloomberg, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 545,9 poin (2,1 persen) mencapai 25.053, Nasdaq composite index turun 92,99 (1,25 persen) mencapai 7.329, sedangkan S&P 500 index turun 57,3 (2,06 persen) mencapai 2.728.

Dow Jones jatuh lebih dari 500 poin, sehingga dalam dua hari terakhir, telah turun lebih dari 1.300 poin. Investor menjual aset berisiko seperti saham dan dialihkan ke aset safe haven seperti obligasi dan emas.

Dow sempat melemah ke level terdalam sebanyak 698,97 poin pada perdagangan semalam, setelah turun 831 poin pada Rabu. "Ini adalah koreksi momentum, bukan koreksi portofolio," kata Kepala strategi pasar Virtus Investment Partners, Joe Terranova.

Penurunan tiga indeks utama akibat kekhawatiran meningkatnya suku bunga dan penjualan saham-saham teknologi.

Para investor telah bergulat dengan kenaikan suku bunga selama sekitar satu minggu terakhir, di tengah data ekonomi yang kuat dan tanda-tanda inflasi.

Data Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (11/10) menyatakan, Indeks harga konsumen (IHK) naik 0,1 persen pada September, jauh di bawah kenaikan yang diharapkan sebesar 0,2 persen. Indeks untuk semua item kecuali makanan dan energi, atau IHK-inti, naik 0,1 persen pada September, kenaikan yang sama seperti pada Agustus.

Adapun tingkat pengangguran menurun menjadi 3,7 persen pada September, terendah dalam 49 tahun, menurut Departemen Tenaga Kerja pada Jumat lalu (5/10).

Laporan ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja mendekati pekerjaan penuh dan upah telah meningkat.

Sementara patokan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun diperdagangkan di 3,18 persen pada awal perdagangan, turun dari level tertinggi tujuh tahun di 3,26 persen pada Selasa (9/10).

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pekan lalu bahwa bank sentral AS memiliki jalan panjang untuk pergi sebelum suku bunga mencapai netral, menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut bisa terjadi dalam waktu dekat.

Kenaikan imbal hasil telah memicu kekhawatiran bahwa meningkatnya biaya pinjaman dapat memperlambat ekonomi dan mempengaruhi kebijakan moneter masa depan.

 



Sumber: Reuters
CLOSE