Meningkatkan Sukses ICO Melalui Pendekatan yang Berbeda

Opini: David Drake

Founder and Chairman of LDJ Capital, a New York City private-equity firm, and of The Soho Loft Capital Creation Events series, a global events and media company.

Senin, 18 Juni 2018 | 00:00 WIB

Ketika aset digital memasuki dunia finansial pada 2016, cukup banyak yang khawatir akan inovasi tersebut, bahkan dapat dibilang banyak yang tidak suka.

Namun setelah saya mempelajari teknologi di belakang aset digital, saya mulai melakukan investasi dan mengikuti perkembangannya.

Keputusan saya untuk untuk melakukan hal ini terpicu oleh keinginan saya untuk desentralisasi pembentukan kapital.

Bagaimana Sistem Pendukung Pengelolaan ICO dapat Melampaui Peran Penasihat
Ini dikarenakan pada periode menuju kenaikan Jumpstart Our Business Startups (JOBS) Act, saya ikut serta dalam gerakan yang melobi disahkannya rancangan undang-undang tersebut dalam kongres Amerika Serikat.

Dukungan terhadap RUU tersebut luar biasa, lebih banyak perusahaan yang mendukungnya dari yang melawannya.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa hanya ada 15 perusahaan yang menentang RUU tersebut, dan 48 perusahaan mendukungnya. Pada akhirnya JOBS Act diundangkan menjadi hukum ketika ditandatangani oleh Presiden Obama pada April 2012.

Bagi pihak yang melobi untuk JOBS Act seperti saya, legislasi ini banyak membawa perubahan. Salah satunya, ia memberikan fasilitas untuk diskusi dan pertanggungjawaban bagi perusahaan baru atau perusahaan kecil dan memudahkan mereka untuk menggalang dana melalui crowdfunding.

Selebihnya, mereka yang mendukung legislasi ini mengatakan bahwa ini akan menciptakan lapangan pekerjaan baru,

Kedua, hukum ini memberikan jalan bagi investor tanpa akreditasi untuk memiliki saham dalam startup, sebelumnya hanya perusahaan yang memiliki akreditasi yang dapat melakukan ini menurut hukum US Securities 1933/34.

Ketentuan dibawah Title III dan IV dari JOBS Act meletakkan dasar dari gelombang penawaran koin awal yang kita lihat sekarang. Dibawah Title III startups diperbolehkan untuk menerbitkan ekuitas untuk para investor dan menggalang dana maksimum $1 juta dalam setahun, Title IV memberikan jalan bagi startup untuk menggalang dana melalui crowdfunding sejumlah $50 juta yang disebut sebagai ‘mini-IPOs’.

Masuknya ICO
Pendekatan crowdfunding menemukan jalan masuk ke dalam dunia cryptocurrency pada tahun 2013, membuka jalan untuk menggalang dana secara khusus untuk proyek yang berkaitan dengan cryptocurrency.

Hal ini pada akhirnya melahirkan sebuah konsep baru yang disebut sebagai initial coin offering (ICOs) atau penawaran koin awal. Dalam konsep ini, perusahaan menciptakaan perusahaan cryptocurrency, kemudian mengundang investor untuk membeli unit dari perusahaan tersebut dalam bentuk token digital.

ICO yang pertama muncul pada 2013, dibuat oleh Ripple. Pada saat itu, Ripple Labs mulai dengan menciptakan sistem pembayaran dan menciptakan 100 milyar token yang dijual untuk mendanai platform Ripple.

Pada pertengahan 2014 sebuah perusahaan lain meluncurkan Ethereum, kini salah satu ICO yang terkemuka. Mengikuti langkah sukses yang diawali oleh kedua ICO tersebut, gerakan cryptocurrency tengah menarik banyak investor, baik yang terakreditasi, maupun yang tidak.

Sebagai seseorang yang telah mendukung demokratisasi finansial sejak 2011, saya amat percaya dengan teknologi fintech. Pada tahun ini saja saya telah diwawancara oleh Bloomberg, CNBC, dan Fox News mengenai cryptocurrency, ICO dan perlunya regulasi.

Namun saya selalu menggarisbawahi bahwa partisipasi dengan ICO perlu pertimbangan yang matang. Saya selalu terbuka dalam saran yang saya berikan kepada 50 perusahaan ICO yang saya dukung, kini angka tersebut mendekati 200 perusahaan secara total. Secara garis besar saya berperan dalam menuntun mereka dalam menjalani kampanye crowdsourcing.

Strategi Penasihatan ICO
Mengikuti perkembangan pesat teknologi blockchain dan ICO, Family Office LDJ Capital memasuki lingkup ICO untuk memberikan jasa penasehatan pada pertengahan 2017. Kami melakukan ini karena kami sadar bahwa adanya keperluan untuk memberikan dukungan kepada ICO dalam menjawab pertanyaan mereka, khususnya ketika mereka tidak yakin akan pertanyaan mereka.

Para tim harus menampilkan ide dan brand mereka dalam waktu yang singkat, dengan jadwal penjualan yang berlangsung selama maksimum 9 bulan. Untuk membantu dengan hal ini, kita memilih untuk memberikan dukungan lebih kepada ICO yang sudah menjadi klien lebih lama.

Dari sini Program Penasehat ICO terlahir melalui Soho Loft Media Group, anak perusahaan dari LDJ Capital. Tujuan program ini adalah untuk memberikan perusahaan ICO posisi unggul dengan menuntun dan mendukung mereka dalam strategi media dan marketing, begitu pula dengan hubungan publik dan investor.

Kita telah menyusun sebuah tim untuk mengelola ICO berjumlah 25 orang untuk mendukung program ini. Tim ini meliputi Direktur Pengelola, Pengelola Hubungan Klien, Pengelola Acara, Pengelola Konten, Pengelola Media Sosial, dan Pengelola Admin. Tim ini juga meliputi beberapa Tech dan Media Support, dan Staf Editorial.

Soho Loft Media Group yang mencapai jutaan orang melalui konten dan distribusinya, memberikan jasa periklanan untuk menyertai waktu personal yang saya berikan untuk menasehati ICO.

Dengan demikian kita menambahkan jasa yang ditawarkan setiap minggunya tanpa biaya tambahan. Jasa yang kita berikan serupa dengan incubator yang menawarkan jasa end-to-end, sebuah agency yang mencakupi mitra pengembangan yang dapat memenuhi segala konsep ICO.

Ini alasan mengapa LDJ Capital telah menerapkan LDJ Cayman Fund sejumlah $200 juta. Dana ini berfungsi untuk menyediakan dana kepada ICO terbaik yang bisa kita temukan. Kita sudah mengerahkan $10 juta untuk perusahaan-perusahaan terbaik di dunia, dan kita masih mencari proyek ICO yang pantas didukung.

Soho Loft Media Group telah menetapkan 50+ step proses untuk proyek dan perusahaan ICO yang ingin bergabung dan sudah bergabung.

Setiap ICO terbaik harus melewati proses tersebut, karena Wall Street, investor institusional dan perusahaan yang terlibat dengan kita menuntut pertanggungjawaban yang tinggi dari ICO.

Masa Depan bagi ICO
2017 merupakan tahun yang penting bagi revolusi cryptocurrency dan tidak menunjukkan tanda akan melambat tahun ini. Menurut CoinDesk, dana yang sudah terkumpul oleh 340 ICO mencapai $5.33 milyar.

Namun, jumlah ini terlampaui pada kuartal pertama 2018 ketika kurang lebih 200 ICO mengumpulkan dana sejumlah $6.3 milyar. Dengan perusahaan-perusahaan Wall Street seperti Goldman Sachs yang kini menunjukkan ketertarikannya dengan cryptocurrency, kemungkinan nanti kita akan melihat peningkatan arus pada kapital institusional.

Kemungkinan fenomena ini akan melipatgandakan dana yang terkumpul oleh ICO dalam beberapa bulan mendatang.

CLOSE