Menkumham Nonaktifkan Seluruh Pegawai Lapas Narkotika Langkat

Menkumham Nonaktifkan Seluruh Pegawai Lapas Narkotika Langkat
Sejumlah narapidana membersihkan bagian depan gedung Lapas Narkotika Kelas III Langkat yang rusak pascakerusuhan, di Langkat, Sumatera Utara, Jumat (17/5/2019). Akibat kerusuhan tersebut sejumlah ruangan rusak, tiga mobil dan 13 sepeda motor petugas hangus terbakar, 154 narapidana melarikan diri, 103 diantaranya berhasil ditangkap dan menyerahkan diri. ( Foto: ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi )
Arnold H Sianturi / JAS Minggu, 19 Mei 2019 | 16:10 WIB

Langkat, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, mengunjungi Lapas Narkotika di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (18/5/2019). Tidak hanya Kalapas Narkotika Langkat, Bachtiar Sitepu, seluruh pegawai pun dinonaktifkan setelah kerusuhan di lapas tersebut.

"Tidak ada yang boleh masuk ke lapas. Semuanya dinonaktifkan. Ini orang berbahaya kalau dimasukkan lagi ke situ. Saya mendengar ada pungli dan lainnya. Kita akan membenahi sistem administrasi di Lapas, sistem koperasi, dan fasilitas napi secara bertahap," ujar Yasonna Laoly.

Di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, jumlah pegawai sebanyak 69 orang. Sementara itu, jumlah petugas yang melakukan pengamanan sebanyak 52 orang. Sebagai pengganti Bachtiar Sitepu, Kakanwil Kemenkumham Sumut menunjuk M Tavip Kabid Pembinaan Kemenkumham Sumut sebagai pelaksana harian Kalapas Narkotika Klas III Langkat.

Yasonna menegaskan, tindakan tegas tidak hanya kepada pegawai dan petugas pengamanan tetapi juga narapidana. Pihaknya tidak mentoleransi tindakan narapidana yang sudah melakukan kerusuhan, apalagi sampai membakar sejumlah kendaraan maupun fasilitas lapas tersebut. Tindakan itu sangat disesalkan.

"Ada tiga mobil dan 16 sepeda motor milik pegawai yang dirusak. Mudah-mudahan mereka punya asuransi. Napi yang melakukan pembakaran tidak akan diberikan remisi. Untuk perbuatan kriminalnya diserahkan ke polisi supaya diproses hukum," jelasnya.

Kepala Kanwil Kemkumham Sumut, Dewa Putu Gede menyampaikan, jumlah napi Lapas Narkotika di Langkat, sebanyak 1.634 orang. Jumlah napi yang kabur 176 orang. Berdasarkan jumlah itu, sebanyak 113 napi diamankan polisi dan TNI. Beberapa di antaranya menyerahkan diri setelah diserahkan keluarganya. Napi yang masih diburon sebanyak 63 orang.

"Untuk seluruh tahanan yang sudah ditangkap itu, aebanyak 44 orang masih dititipkan di Lapas Binjai, Rutan Tanjung Pura 62 orang, Lapas Tanjungbalai 1 orang, Lapas Medan 1 orang, Rutan Brandan 3 orang, Lapas Pemuda 1 orang, Polsek Hinai 1 orang. Saya minta supaya napi yang masih kabur supaya menyerahkan diri," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan