Bawaslu Kembali Loloskan 5 Mantan Koruptor Masuk DCT

Bawaslu Kembali Loloskan 5 Mantan Koruptor Masuk DCT
Abdullah Puteh ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / WM Jumat, 12 Oktober 2018 | 23:01 WIB

 

Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali meloloskan 5 (lima) mantan terpidana kasus korupsi masuk dalam daftar calon tetap (DCT) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemilu 2019. Bawaslu memutuskan mengabulkan gugatan 5 eks koruptor soal penetapan DCT anggota DPD.

"Iya, ada lima mantan napi koruptor yang harus dimasukan lagi dalam DCT anggota DPD oleh KPU sepanjang memenuhi syarat pendaftaran calon DPD," ujar Anggota Bawaslu Edward Fritz Siregar saat dihubungi, Jumat (12/10).

Bawaslu memutuskan 5 eks koruptor kembali masuk DCT mulai Selasa (9/10) dan Kamis (11/10). Pada Selasa, Bawaslu meloloskan Calon DPD dari Kalimantan Tengah Ririn Rosiana. Kemudian, empat calon anggota DPD diloloskan Bawaslu pada Kamis, yakni Abdillah (calon anggota DPD dari Sumatera Utara), La Ode Bariun (calon anggota DPD dari Sulawesi Tenggara), Mashur Masie Abu Nawas (calon anggota DPD dari Sulawesi Tenggara), dan Ahmad Yani Muluk (calon anggota DPD dari Sulawesi Tenggara).

Dengan adanya putusan itu, maka jumlah mantan narapidana korupsi yang menjadi calon anggota DPD bertambah menjadi tujuh orang. Sebab, sebelumnya, ada dua mantan narapidana korupsi yang diloloskan Bawaslu masuk ke DCT calon anggota DPD. Keduanya yakni Abdullah Puteh (calon anggota DPD dari Aceh) dan Syahrial Domapolii (calon anggota DPD dari Sulawesi Utara).

Sementara Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti putusan Bawaslu soal gugatan eks koruptor tersebut. KPU, kata dia, akan memasukkan 5 eks koruptor ke dalam DCT calon anggota DPD setelah menerima salinan putusan dari Bawaslu.

"Iya nanti langsung dimasukkan ke DCT. Jadi seluruhnya ada tujuh mantan narapidana kasus korupsi yang masuk ke DCT calon anggota DPD," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE