Projo Minta Bawaslu Beri Sanksi Berat kepada Tim BPN Prabowo-Sandi

Projo Minta Bawaslu Beri Sanksi Berat kepada Tim BPN Prabowo-Sandi
Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (tengah), di kawal petugas saat keluar dari Rutan Dirkrimum Polda Metro jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / WM Kamis, 11 Oktober 2018 | 18:11 WIB

 

Jakarta - Ketua Bidang Organisasi Projo Freddy Alex Damanik meminta Bawaslu memberikan sanksi yang berat kepada tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang menyebarkan hoax Ratna Sarumpaet. Menurut Freddy, hoax merusak demokrasi dan bisa memprovokasi masyarakat.

"Diharapkan sanksi seberat-beratnya. Kalau sementara ini kami menilai Pasal 280 UU 7/2017 tentang Pemilu, pelanggaran Pemilu itu," ujar Freddy, di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin 14, Sarinah, Jakarta, Kamis (11/10).

Freddy menyebutkan, penyebaran hoax oleh tim BPN Prabowo-Sandi memalukan dan merusak kondisi masyarakat. Dia berharap ada sanksi berat dari Bawaslu baik pidana maupun administrasi.

"Kita semua sudah sepakat, bahwa kita tidak akan menggunakan hoax. Kalau ini tidak ditangani serius pelanggaran ini, justru ini akan terulang, itu akan terulang terus. Jadi ini harus ditindaklanjuti, hoax harus berhenti di negara ini," katanya.

Ketua Bidang Hukum dan Konstitusi Projo Silas Dutu menduga bahwa apa yang disampaikan oleh BPN Prabowo-Sandi sudah dalam kategori menghasut, memprovokasi masyarakat sehingga menimbulkan, ketidakpercayaan publik kepada pemerintah.

Menurut Silas, BPN Prabowo-Sandi menggunakan informasi atau kebohongan untuk mendeskreditkan pemerintah.

"Mereka menuduh pemerintah untuk melakukan pelanggaraan HAM, kemudian pemerintah melakukan tindakan represif terhadap Ratna Sarumpaet. Padahal semua itu adalah hoax, semua itu adalah bohong," katanya.

Silas menilai, terdapat desain yang dilakukan secara sistematis dan terencana yang mencoba untuk mendeskreditkan atau menuduh pemerintah. Dalam konteks ini, kata dia, ada upaya menyerang Jokowi sebagai calon presiden nomor urut 01.

Sebelumnya, Projo juga membawa bukti print out berita di media online serta empat file video format MP4 yang menampilkan Fadli Zon, Fahri Hamzah, Hanum Rais, dan Prabowo Subianto.



Sumber: BeritaSatu.com