Polisi Telah Kantongi Rekam Medis Ratna

Polisi Telah Kantongi Rekam Medis Ratna
Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (tengah), di kawal petugas saat keluar dari Rutan Dirkrimum Polda Metro jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / JAS Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:42 WIB

Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya, telah mengambil rekam medis tersangka Ratna Sarumpaet sebagai barang bukti kasus penyebaran berita bohong atau hoax dari Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

"Rekam medis yang ada di Rumah Sakit Bina Estetika, sudah kami ambil, setelah dapat persetujuan dari pengadilan kemarin. Kami ambil sebagai barang bukti," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (11/10).

Diketahui sebelumnya, penyidik telah dua kali memanggil pihak RS Bina Estetika, tanggal 4 dan 9 Oktober 2018. Namun mereka menolak memberikan rekam medis karena belum ada persetujuan dari pengadilan.

Dikatakan, pihaknya tidak bisa menjelaskan hasil rekam medis kepada publik kerena berkaitan dengan kode etik kedokteran.

"Rekam medis itu hasil pemeriksaan. Hasilnya dianalisis. Rekam medis itu ya rekaman catatan medis di RS. Itu hasil medis nggak bisa saya sampaikan ya. Nanti di pengadilan saja," ungkapnya.

Sementara itu, Argo menambahkan, penyidik juga sudah memeriksa saksi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro terkait sponsor, Rabu kemarin.

"Kemarin kita juga sudah lakukan pemeriksaan saksi dari Plt Kepala Dinas Pariwisata DKI. Kita lakukan pemeriksaan yang intinya bahwa berkaitan dengan sponsor untuk tersangka RS ke Cile. Bagaimana kronologisnya, kemudian saksi ditanya mengetahuinya dari mana," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com