Di Desa Kantong, Menteri Hanif Bercerita Ibunya yang TKI Asli

Di Desa Kantong, Menteri Hanif Bercerita Ibunya yang TKI Asli
Menaker M. Hanif Dhakiri di desa kantong pekerja migran/TKI di Nusa Tenggara Timur. ( Foto: Biro Humas Kemnaker )
Nurlis E Meuko / NEF Rabu, 10 Oktober 2018 | 23:45 WIB

Maumere - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meneteskan air mata ketika memberi sambutan pada masyarakat di desa kantong pekerja migran/TKI di Nusa Tenggara Timur.

Berada di tengah-tengah para TKI itu, Menaker Hanif teringat akan masa kecilnya ketika ibunya pergi ke Saudi Arabia. “Saya ini anak TKI asli. Ibu saya 6 tahun di Saudi Arabia,” kata Menaker Hanif.

Ia berbagi cerita dengan puluhan warga Desa Bone, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (9/10). "Namanya TKI, ada yang sukses, ada yang biasa saja. Alhamdulillah ibu saya dalam keadaan yang baik,” kataya.

Menaker Hanif mengaku senang berkumpul dengan keluarga TKI karena ingin selalu memberi semangat sehingga kehidupannya menjadi lebih baik. Di masa depan keluarga TKI jangan sampai lagi melahirkan TKI.

"TKI harus melahirkan dokter, TKI harus melahirkan insinyur, TKI harus melahirkan camat, TKI harus melahirkan bupati, TKI harus melahirkan menteri. Bahkan mungkin saja TKI melahirkan presiden bagi Republik Indonesia,” kata Hanif.

Menaker memberi semangat untuk selalu yakin dan bekerja keras. Tidak menyerah pada keadaan, selalu tingkatkan keahlian dan kompetensi. "Kalau bekerja ke luar negeri, bapak ibu sekalian, ada tiga hal yang harus disiapkan. Siap mental, siap skill (keahlian) dan siap bahasa," ujarnya.

Kalau misalnya tiga hal tersebut belum siap, Menaker menegaskan, mending jangan berangkat, di rumah saja. Karena ketiga hal tersebut merupakan salah satu bentuk perlindungan pekerja migran kita di luar negeri.

Ia menambahkan, pemerintah berupaya melalui program desa migran produktif (Desmigratif) dalam mengatasi kasus perdagangan manusia yang banyak terjadi di NTT.

"Ini program yang sederhana, tapi intinya bagaimana bisa memberikan pelayanan dan perlindungan sejak dari desa. Karena kalau perlindungannya dari desa, resiko juga bisa kita kurangi,” tambah Menaker.

Menutup sambutannya,Menaker meminta dukungan dari seluruh instansi terkait serta warga desa untuk bisa menghidupkan program Desmigratif ini



Sumber: BeritaSatu.com