Dongeng Jadi Trauma Healing Bagi Anak Korban Gempa Lombok

Dongeng Jadi Trauma Healing Bagi Anak Korban Gempa Lombok
Anak-anak Korban Gempa Lombok antusias mendengarkan dongeng. ( Foto: Istimewa )
Dina Manafe / FER Jumat, 10 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Jakarta - Gempat berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) dan diikuti 355 gempa susulan menyisakan trauma mendalam bagi para korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan hingga hari ini sebanyak 270.168 orang mengungsi, dan sebagian di antara mereka adalah anak-anak.

Semua pihak baik pemerintah maupun swasta terus melakukan upaya untuk mengurangi beban para korban. Salah satunya kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerja sama dengan Badan PPPA di Provinsi NTB dan para psikolog memberikan pendampingan serta pemulihan trauma.

Dari pihak swasta, GarudaFood Sehati membuat kegiatan serupa untuk mengatasi rasa trauma khususnya bagi korban anak. Di antaranya kegiatan mendongeng dan bermain bersama teman sebaya yang diikuti ratusan anak setiap hari.

"Kami pilih kegiatan trauma healing karena peristiwa gempa yang terjadi kemungkinan menimbulkan dampak terhadap pertumbuhan anak, terutama terkait psikologis dan sosioemosional," kata Head of Corporate Communication GarudaFood, Dian Astriana, dalam keterangan tertulis, Jumat (10/8).

Menurut Dian, lewat kegiatan mendongeng diharapkan anak-anak bisa kembali ceria. Di samping juga memacu semangat anak-anak, dan mengedukasi mereka agar memahami terjadinya bencana secara ilmiah. Belajar menyelamatkan diri saat gempa, sehingga tidak takut lagi jika terjadi gempa susulan.

Dian menambahkan, kegiatan ini difokuskan di Vihara Jayawihaya, Dusun Tebango, Lombok Utara, dengan melibatkan komunitas Kampung Dongeng Indonesia. Selama 4 hari sejak 8-11 Agustus di setiap pagi dan petang anak-anak mendapat berbagai informasi dan pesan yang disampaikan lewat dongeng. Anak juga diajarkan bernyanyi berbagai lagu.

"Kami melihat anak-anak sangat menikmati kegiatan dongeng yang kami berikan. Wajah mereka terlihat ceria usai mendengar dongeng," tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan