Dedi Mulyadi Tak Ragu Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Dedi Mulyadi Tak Ragu Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin
Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (kanan) dan Ma'ruf Amin (kiri) tiba di lokasi pendaftaran calon presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta, 10 Agustus 2018. ( Foto: Antara / Akbar Nugroho Gumay )
Fana Suparman / FER Jumat, 10 Agustus 2018 | 15:28 WIB

Jakarta - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut baik keputusan Joko Widodo yang memilih Ketua Umum MUI dan Rais 'Aam PBNU Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya menghadapi Pilpres 2019. Dedi mengaku tak ragu untuk memilih pasangan ini.

Dedi meyakini, kehadiran Ma'ruf Amin bakal menyejukkan suasana kontestasi Pilpres 2019. Tidak akan ada lagi isu SARA yang sempat membelah konstelasi publik pada Pilpres 2014. Saat itu, isu sektarian menjadi andalan untuk menyudutkan pasangan calon lain.

"Saya kira, di Pilpres ini tidak ada isu SARA. Kalau pun ada, tidak akan memperoleh eksposure bagus. Lah kan Cawapres Pak Jokowi ini mbah-nya ulama. Ini sesuai dengan keinginan mereka yang menginginkan Cawapres berasal dari ulama,” kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (10/8).

Secara ideologi, Dedi menilai, Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan pasangan ideal. Hal ini lantaran, kedua tokoh tersebut memiliki akar dan ceruk potensial untuk mendulang suara di Pilpres 2019. Jokowi berasal dari kalangan nasionalis. Sementara, Kiai Ma'ruf berasal dari kalangan religius.

Selain itu, Dedi meyakini pasangan ini menjadi solusi bagi perdebatan berkepanjangan antara kaum nasionalis-moderat-plural dengan kaum fundamentalis-ultranasionalis. Kedua kelompok ini merupakan sintesa dari kondisi bangsa yang seolah terbelah akibat Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017 lalu.

"Pak Jokowi menunjukan sikap seorang negarawan. Beliau paham betul kondisi bangsa Indonesia. Pasangan ini menjadi perekat tenun kebangsaan kita. Tidak ada keraguan memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," katanya.

Kiai Ma'ruf Amin sendiri bukanlah sosok asing bagi Dedi Mulyadi. Ma'ruf merupakan guru bagi Dedi yang juga mantan Bupati Purwakarta. Bahkan, Dedi kerap meminta saran dan masukan Ma'ruf Amin terkait pembangunan akhlak di Purwakarta. Salah satunya, program pendalaman Kitab Kuning di Purwakarta diresmikan oleh Keturunan Syaikh Nawawi al-Bantani tersebut.

"Beliau guru saya, beliau sangat mendukung program kitab kuning di Purwakarta saat saya masih menjabat Bupati. Datuk beliau (Syaikh Nawawi al-Bantani) dulu mengaji ke Purwakarta, ke Raden Haji Muhammad Yusuf atau Baing Yusuf. Nama guru datuknya saya jadikan nama untuk Masjid Agung," paparnya.

Selain itu, Dedi mengenang momen Pilgub Jabar lalu. Kiai Ma'ruf selalu memberikan dukungan moral. Terlebih, keduanya sama-sama berkiprah dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

"Saya pengurus PCNU Purwakarta, beliau Rais Am PBNU. Jadi, beliau itu ayah yang selalu mintakan pandangan dan pendapat dalam langkah hidup saya," tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE