BMKG Denpasar Minta Wisatawan Tidak Cemas Pasca-Gempa

BMKG Denpasar Minta Wisatawan Tidak Cemas Pasca-Gempa
Sejumlah warga melihat reruntuhan bangunan akibat gempa yang menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, 5 Agustus 2018. Gempa tujuh pada skala richter yang berpusat di Lombok, NTB, menyebabkan kerusakan bangunan di berbagai lokasi di Bali dan mengakibatkan sejumlah warga terluka. ( Foto: Antara / Nyoman Budhiana )
/ CAH Jumat, 10 Agustus 2018 | 07:20 WIB

Denpasar - BMKG Denpasar mengimbau wisatawan mancanegara dan domestik untuk tidak terlalu mencemaskan apa yang akan terjadi lagi terkait gempa di Lombok sejak 29 Juli 2018 hingga kini, baik gempa utama maupun gempa susulan berikutnya.

"Pascagempa pada 29 Juli lalu sampai hari ini, kami terus melakukan pemantauan gempa. Dari data hasil monitoring memang kegempaan susulan semakin sering terjadi, namun kekuatannya cenderung menurun," kata petugas BMKG Denpasar, Melki Adi Kurniawan, di Denpasar, Jumat (10/8).

Menurut Melki Adi Kurniawan, berdasarkan pemantauan BMKG Denpasar bahwa kegempaan susulan memang semakin meningkat, namun dampaknya tidak besar seperti yang terjadi pada beberapa hari lalu.

"Karena itu, kami mengimbau wisatawan yang berlibur ke Bali dan seluruh warga setempat untuk tidak perlu terlalu cemas, karena gempa yang terjadi di Lombok tidak terlalu membawa pengaruh bagi Bali sendiri," katanya.

Ia menjelaskan kondisi di Pulau Bali tidak terpengaruh gempa susulan yang terus terjadi di Lombok, karena kondisi Pulau Dewata sendiri sampai sekarang masih aman.

Namun, dalam kondisi aman ini, BMKG Denpasar juga mengimbau kepada warga Bali dan wisatawan agar selalu tetap waspada.

Dampak gempa Lombok beberapa waktu lalu hingga mencapai kekuatan 7,0 SR membuat 42.239 rumah dan 458 sekolah mengalami rusak. Gempa juga menyebabkan 1.447 orang terluka berat dan 165.003 orang mengungsi.

Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat gempa di Nusa Tenggara Barat berlangsung sampai 11 Agustus.



Sumber: ANTARA