Gus Ipul Legawa Kalah di Pilgub Jatim

Gus Ipul Legawa Kalah di Pilgub Jatim
Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menunjukkan jari usai melakukan pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) 3 di Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, 27 Juni 2018. ( Foto: Antara / Zabur Karuru )
Aries Sudiono / FMB Jumat, 13 Juli 2018 | 10:01 WIB

Surabaya - Calon Gubernur Provinsi Jawa Timur (Cagub Jatim) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengapresiasi masyarakat Jawa Timur yang telah memilihnya dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 lalu.

Walaupun kalah dari pasangan calon paslon cagub-cawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (Khofifah-Emil Dardak), namun ia mengaku bangga mendapat dukungan lebih dari 9 juta suara. Khofifah-Emil Dardak meraih lebih dari 10 juta suara, selisih 7,10 persen.

“Kami mengedepankan Pilkada yang mengusung politik nilai. Tidak ada bagi-bagi sembako dan money politic. Karenanya, kami baru bisa menyatakan sikap sekarang karena menginginkan kamtibmas Jatim tetap kondusif pascapilkada,” ujar Gus Ipul ketika menggelar pertemuan dengan para jurnalis menanggapi hasil akhir Pilgub Jatim, di Surabaya, Kamis (12/7).

Dia mengucapkan selamat bekerja kepada Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim terpilih Emil Elestianto Dardak. Ia mengharapkan masyarakat Jatim kembali bersatu. Tidak ada lagi nomor urut satu dan nomor urut dua.

“Selamat kepada Bu Khofifah dan Mas Emil. Saya legowo. Saya berterima kasih, ke depan saya berharap bisa mengakomodir aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah dititipkan kepada kami,” ujar Gus Ipul yang menambahkan, ia masih akan melanjutkan dan merampungkan pekerjaan sebagai Wagub Jatim mendampingi Gubernur Jatim Soekarwo hingga berakhir Februari 2019 mendatang.

Pada bagian lain Gus Ipul menyatakan terima kasih kepada para ulama, kiai yang menyatukan beragam parpol juga mengusung politik nilai. Juga kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pilkada yang berjalan lancar, serta aparat keamanan Polri dan TNI yang berhasil mengamankan Pilkada Serentak Jatim 2018 yang terdiri dari Pilgub Jatim dan Pilkada di 18 kota kabupaten lainnya se-Jatim.

“Jatim harus tetap kondusif. Makanya kami juga tidak mengajukan gugatan meskipun banyak catatan pelanggaran yang kami temukan. Kami akan bukukan temuan ini menjadi buku putih,” ujar Gus Ipul. Sebelumnya, KPU Jatim telah menyelesaikan rekapitulasi suara tingkat provinsi lewat rapat pleno terbuka, Sabtu (7/7) lalu. Hasilnya, Paslon Khofifah-Emil Dardak meraih suara sebanyak 10.465.218 suara (53,55 persen) sedangkan Gus Ipul-Puti memperoleh 9.076.014 (46,45 persen).

Gus Ipul, mantan Menteri Pembangunan Desa dan Tertinggal di era kepemimpinan periode pertama selama dua tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akhir pertemuan itu menanggapi pertanyaan jurnalis mengaku belum memiliki rencana mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (Caleg). Ia melihat, banyak (empat) partai politik yang mendukungnya pada Pilgub Jatim 2018, sehingga ia harus pandai-pandai menjaga hubungan itu.

Sebagaimana diberitakan, Gus Ipul-Puti diusung koalisi PKB, PDIP kemudian baru disusul PKS dan Gerindra. “Pendaftaran bacaleg masih lama, baru ditutup nanti 17 Juli mendatang,” kilah Gus Ipul yang mantan Anggota DPR RI tahun 1999-2001 dari PDIP. Pada muktamar PKB tahun 2002, Gus Ipul terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PKB. Ia harus minta persetujuan dari para ulama Jatim, jika maju sebagai bacaleg.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE