Istri dan Anak Terduga Teroris di Bantul Dipulangkan

Istri dan Anak Terduga Teroris di Bantul Dipulangkan
Tim Densus 88 Antiteror. ( Foto: Antara )
Fuska Sani Evani / CAH Jumat, 13 Juli 2018 | 09:16 WIB

Yogyakarta - Istri dan anak terduga kasus teror, yang ditangkapnya Tim Densus 88, Rabu (11/7), telah dipulangkan ke rumah kontrakannya di Mlati, Sleman. Sementara, Saefulloh (45), warga asli Tegal, Jawa Tengah yang tercatat sebagai warga Babadan, Plumbon, Banguntapan, Bantul masih berada di Mapolda DIY.

Sumarjono (60), Ketua RT 5, Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman membenarkan, anggota keluarga tersebut telah dipulangkan.

"Yang dipulangkan istri dan anaknya. Kalau bapaknya tidak kelihatan, kemungkinan ada bukti lain makanya tidak dikembalikan. Selain itu, mungkin anak dan istrinya dipulangkan karena tidak terlibat," ujarnya.

Sementara, dari rumah terduga pelaku teror di Bantul, diamankan juga barang bukti seperti senapan angin, senapan panah hingga anak panah.

Warga Bantul berinisial GM diamankan Densus Antiteror 88 di Dusun Kerto, Pleret, Pleret, Rabu (11/7) petang.

Selain mengamankan GM, petugas juga sempat membawa anak dan istri GM ke Polres Bantul. Namun pada Rabu malam, ketiganya diperbolehkan pulang.

Bupati Bantul, Suharsono mengatakan penangkapan di dua lokasi di Bantul dilakukan oleh tim Densus. “Kami serahkan sepenuhnya ke Densus dan saya akan pantau perkembangannya seperti apa,” katanya.

Suharsono berharap masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan penangkapan tersebut. “Tak perlu panik dan tetap beraktivitas normal,” katanya.

Sementara, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di sejumlah tempat di DIY. Empat terduga teroris dalam operasi Densus 88 di DIY masih terus diperiksa intensif.

"Betul ada penangkapan terduga teroris di DIY, ada empat orang terduga teroris yang diamankan Densus," kata Yuliyanto Kamis (12/7).

Namun demikian dirinya tidak mau menjelaskan lebih jauh terkait penangkapan tersebut. Ia tidak menyebutkan identitas empat terduga teroris itu, di mana lokasi penangkapan, dan terlibat kasus terorisme apa serta jaringan dari mana.

“Keterangannya wewenang Densus 88. Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Seperti diketahui, penangkapan terduga teroris terjadi di Sleman dan Bantul.

Di Sleman satu keluarga diamankan, sementara itu di Bantul penangkapan dilakukan di dua lokasi dihari yang sama. Seorang pria bernama Gutomo ditangkap di tempat tinggalnya di Dusun Kerto Tengah, Pleret, Bantul, sedangkan Maryanto ditangkap di Dusun Mrisi, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE