Pencipta Rehab Plus Apps Raih Penghargaan BNN

Pencipta Rehab Plus Apps Raih Penghargaan BNN
Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memberikan penghargaan kepada Ketua Yayasan Generasi Indonesia Emas (YGIE) Aryo Maulana dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2018 di Balai Besar Rehabilitasi Lido, Bogor, Kamis (12/7/2018). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Kamis, 12 Juli 2018 | 23:53 WIB

Jakarta- Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang aktif dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Ketua Yayasan Generasi Indonesia Emas (YGIE) Aryo Maulana menjadi salah satu yang mendapat penghargaan.
Aryo melalui YGIE telah menciptakan Rehab Plus Apps sebagai media bagi para pencandu narkoba untuk berkonsultasi secara daring.

Penghargaan diberikan Kepala BNN Heru Winarko dan Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI)2018 di Balai Besar Rehabilitasi Lido Bogor, Kamis (12/7).

Aryo dinilai berjasa dalam mensosialisasikan program P4GN melalui program aplikasi teknologi informasi bernama Rehab Plus Apps yang dapat dimanfaatkan bagi korban penyalah guna narkoba atau pecandu agar sembuh dari ketergantungan narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko usai pemberian penghargaan menyatakan, BNN berharap komponen masyarakat menyatu dalam memberantas narkoba.

"Saya berharap agar seluruh bangsa menyatukan kekuatan untuk bersatu dan bergerak melawan narkoba demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba," kata Heru.

Aryo mengatakan, YGIE telah kerja sama strategis dengan BNN untuk terus mendukung program antinarkotika nasional di sektor informasi dengan memanfaatkan media sosial secara daring. “Aplikasi Rehab Plus Apps bisa memberi bantuan bagi pengguna yang mau sembuh,” kata Aryo.

Menurut Aryo, aplikasi Rehab Plus Apps selain membantu korban penyalah guna narkoba juga dapat dimanfaatkan sebagai kolektif data. Sehingga, operator dapat merumuskan sebarapa besar korban penyalah guna narkoba di daerah tertentu.

"Tujuannya mengembalikan mereka (pencandu) menjadi masyarakat Indonesia seutuhnya. Aplikasi tersebut juga bisa memberikan pendidikan bagi orang yang menggunakannya, termasuk dampak negatif mengonsumsi narkoba,” terang Aryo.

Program yang diluncurkan pada 15 Desember 2017 itu, mampu memberi motivasi para pengguna yang mau sembuh dengan adanya fitur komunikasi antara pengguna dengan tim konseling.

“Aplikasi ini selain memberikan informasi secara online juga bisa memberikan pendidikan bagi orang yang menggunakannya. Bagi pencandu banyak yang tidak tahu, dampak penyalahgunaan narkoba. Dengan aplikasi ini jadi tahu," pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE